finnews.id – Pada 20 Januari 2026, Senator Demokrat Elizabeth Warren (Massachusetts) dan Dick Durbin (Illinois) mengirimkan surat resmi kepada Jaksa Agung Pamela Bondi dan Direktur Federal Housing Finance Agency (FHFA) Bill Pulte, menuntut agar pemerintahan Presiden Donald Trump menyerahkan semua dokumen dan komunikasi yang berkaitan dengan penyelidikan kriminal terhadap Ketua Federal Reserve, Jerome Powell.
Permintaan ini mencerminkan kekhawatiran serius mengenai penggunaan kekuasaan oleh eksekutif dalam menekan independensi bank sentral AS.
Latar Belakang Penyidikan
Penyelidikan itu sendiri berawal pada akhir 2025, ketika pejabat DOJ — atas wewenang Jaksa AS Washington DC — membuka penyelidikan terhadap Powell terkait keterangannya di hadapan Kongres tentang renovasi gedung Federal Reserve yang sangat mahal (sekitar USD2,5 miliar) dan tuduhan potensi kesalahan atau misrepresentasi dalam kesaksiannya. Powell kemudian membeberkan bahwa dirinya menerima subpoena grand jury yang mengancam kemungkinan dakwaan kriminal, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi seorang Ketua Fed.
Tuntutan Dokumentasi oleh Warren dan Durbin
Dalam surat mereka, Warren dan Durbin mendesak DOJ dan FHFA untuk:
- Mempertahankan dan menyerahkan semua dokumen, komunikasi, dan materi terkait penyelidikan kriminal terhadap Powell dan Gubernur Fed lainnya, termasuk Gubernur Lisa Cook.
- Serangkaian catatan komunikasi antara FHFA, DOJ, Gedung Putih, Departemen Keuangan, dan pejabat federal lainnya tentang Powell, Cook, proyek renovasi Fed, atau keputusan suku bunga.
Mereka menyatakan bahwa penyelidikan ini tampaknya merupakan penyalahgunaan kekuasaan yang berbahaya, sebuah strategi yang menurut mereka bertujuan untuk “mengambil alih kontrol Federal Reserve” ketika pejabat Fed tidak tunduk pada tekanan politik.
Isu Lebih Luas: Independensi The Fed
Senator Warren dan Durbin mengkritik bahwa penggunaan ancaman penyelidikan kriminal terhadap ketua dan anggota dewan The Fed berpotensi menodai independensi bank sentral — sebuah prinsip yang dianggap penting demi stabilitas ekonomi dan kebijakan moneter yang objektif. Mereka juga bertanya apakah ada komunikasi internal DOJ dengan Presiden Trump atau staf Gedung Putih terkait pemicu atau pelaksanaan penyelidikan ini.