Penawaran baru Netflix sebesar USD27,75 per saham menggantikan penawaran sebelumnya yang terdiri dari USD23,25 tunai dan USD4,50 dalam bentuk saham Netflix.
“Imbalan merger berupa jumlah tunai tetap yang dibayarkan oleh perusahaan dengan peringkat investasi, sehingga memberikan kepastian nilai dan likuiditas kepada para pemegang saham (Warner Bros) segera setelah merger ditutup,” kata Warner Bros.
Dewan direksi juga mengungkapkan valuasi mereka untuk Discovery Global, perusahaan spin-off yang direncanakan dan akan menampung aset televisi termasuk CNN, TNT Sports, serta layanan streaming Discovery+.
Dewan direksi menegaskan bahwa kesepakatan merger dengan Netflix lebih unggul dibandingkan penawaran tunai Paramount Skydance sebesar USD30 per saham, karena investor Warner Bros tetap akan memiliki kepemilikan di Discovery Global yang diperdagangkan secara terpisah.
Para penasihat Warner Bros menggunakan tiga pendekatan berbeda untuk menilai Discovery Global. Harga saham terendah yang mereka peroleh adalah USD1,33 per saham, dengan menerapkan satu nilai untuk seluruh perusahaan. Sementara itu, batas atas rentangnya mencapai USD6,86 per saham jika spin-off tersebut terlibat dalam kesepakatan di masa depan.
Paramount menyatakan bahwa spin-off kabel yang menjadi inti dari tawaran raksasa streaming tersebut pada dasarnya tidak bernilai.
TAWARAN PARAMOUNT BERAKHIR 21 JANUARI
Pihak penawar pesaing mengajukan gugatan ke pengadilan pada 12 Januari untuk mempercepat pengungkapan informasi ini agar para investor dapat mengevaluasi penawaran yang saling bersaing atas Warner Bros. Namun, seorang hakim di Delaware menolak permintaan tersebut, dengan menyatakan bahwa Paramount gagal membuktikan akan mengalami kerugian yang tidak dapat diperbaiki akibat dugaan pengungkapan yang tidak memadai terkait bisnis TV kabel Warner Bros.
Paramount Skydance, yang masa berlaku penawaran tender-nya berakhir pada 21 Januari, tidak segera menanggapi permintaan.
“Paramount akan kembali mengajukan imbauan kepada para pemegang saham. Kecuali Paramount menaikkan penawarannya, imbauan tersebut hanya akan menjadi hiasan belaka,” kata analis Emarketer Ross Benes.