finnews.id – Sebuah curhatan polos namun sarat makna dari seorang ibu bernama Gimah (55) mendadak viral di media sosial. Warga Dusun Gemukmas, Desa Supiturang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur itu meminta sesuatu yang terdengar mustahil: Gunung Semeru dipindahkan agar dirinya dan warga lain bisa hidup dengan aman.
Permintaan tersebut terekam dalam sebuah video wawancara yang diunggah akun TikTok @tni_in_action, dan langsung menyedot perhatian warganet. Dengan logat khas Jawa Timuran, Gimah melontarkan keluh kesah yang mengundang tawa sekaligus empati.
“Coba dipindah sama bapak itu gunung dipindah ke mana gitu. Biar saya aman di sini. Masak empat tahun sekali (erupsi),” ucap Gimah dalam video yang kini beredar luas.
Curhat Warga yang Hidup Berdampingan dengan Ancaman Erupsi
Di balik celetukan sederhana itu, tersimpan realitas pahit warga Supiturang yang bertahun-tahun hidup berdampingan dengan ancaman erupsi Gunung Semeru. Wilayah tersebut memang termasuk kawasan rawan bencana dan kerap terdampak aktivitas vulkanik, termasuk erupsi terbaru pada Rabu (19/11/2025).
Dalam video yang sama, Gimah bahkan menyampaikan “ide” lain yang terdengar jenaka namun penuh harap, yakni menutup kawah Gunung Semeru.
“Coba tanya Bu Indah (Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar) itu bisa nggak ditutup gunungnya. Se-Indonesia dibawa semennya ke sini, nggak ada separuhnya,” katanya sambil tersenyum.
Meski disampaikan dengan nada bercanda, Gimah mengaku masih menyimpan trauma akibat erupsi sebelumnya. Ia mengenang detik-detik mencekam saat awan panas dan lahar mengancam keselamatan warga.
Respon Netizen
Unggahan tersebut pun menuai ribuan komentar. Banyak netizen terhibur dengan kepolosan dan gaya bicara Gimah, namun tak sedikit pula yang menyadari bahwa ucapannya mencerminkan kecemasan nyata masyarakat di kawasan rawan bencana.
“Lucu tapi sedih. Ini jeritan hati warga yang hidup di bawah ancaman erupsi,” tulis salah satu netizen.
Komentar lain menyebut, di balik viralnya video tersebut, tersimpan potret kemanusiaan yang sering luput dari sorotan: ketakutan, kelelahan, dan harapan warga agar bisa hidup lebih aman.
Upaya Mitigasi Terus Dilakukan
Di tengah viralnya curhatan Gimah, upaya mitigasi bencana di wilayah Supiturang terus berjalan. Personel Korem 083/Baladhika Jaya saat ini tengah melakukan revitalisasi serta pembangunan tanggul penahan lahar di aliran Sungai Besuk Kobokan.