Catatan Dahlan Iskan

Rafael Zainal  

Bagikan
Bagikan

Ia aktif di gerakan pembelaan apa saja yang jadi korban kapitalisme. Termasuk ikut gerakan membela burung.

Akibat banyaknya gedung tinggi berkaca di New York, ruang gerak burung kian terbatas. Burung tidak bisa mengurus sertifikat ruang di kolong langit. Akibatnya ruang itu lebih banyak dipakai bangunan tinggi. Burung pun tergusur. Yang masih nekat tinggal di udara New York banyak yang mati: menabrak kaca.

Dalam perjuangannya membela burung Rafael menyajikan data: 100 juta burung tewas akibat menabrak kaca. Itu karena burung tidak pernah kenal benda bernama kaca. Yang mereka kenal adalah ranting, daun, atau burung-burung lainnya.

Benda seperti kaca –karena bening– mereka kira udara kosong. Apalagi terlihat juga daun dan pohon di kaca itu. Bahkan ia juga melihat banyak burung lain beterbangan di kaca.

Burung juga tidak bisa membuat proposal: misalnya proposal pelatihan mengenal benda yang bernama kaca.

Tanpa burung selama ini pun New York sudah begitu hidup. Pun di malam hari. Akan seperti apa lagi di tangan Zohran Mamdani.

Yang menarik, semua pejabat baru yang dilantik Zohran adalah orang yang punya track record menonjol di bidangnya. Kok pintar sekali memilih orang.

Kenapa sih ia tidak mau memilih orang-orang seperti dan sejenisnya. (Dahlan Iskan)

Bagikan
Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Amang Tabung

Proses menggugurkannya pun mudah. Janin itu disuntik. Akan mati sendiri. Mati dalam...

Ilustrasi kondisi seseorang vegetatif.--
Catatan Dahlan Iskan

Reflek Radjimin

Bahkan jantung bisa berdetak tanpa alat bantu. Tapi semua itu terjadi secara...

Catatan Dahlan Iskan

Sirrul Cholil

“Salawat pada Nabi,” jawab si anak. Selesai berwudu Imam Jazuli langsung salat....

James Rachman Radjimin (duduk) sewaktu masih sehat.--
Catatan Dahlan Iskan

Carter 747  

Seperti umumnya pengusaha muda Radjimin juga pernah ”jatuh”. Tapi segera bangkit lagi....