Home Internasional Pengunjuk Rasa Tewas di Iran Sudah Melampaui Dua Ribu Orang
Internasional

Pengunjuk Rasa Tewas di Iran Sudah Melampaui Dua Ribu Orang

Bagikan
Ilustrasi Unjuk Rasa, Image: DALL·E 3
Bagikan

finnews.id – Lebih dari dua ribu pengunjuk rasa telah tewas di Iran dalam gelombang protes yang meluas ke seluruh negeri, menurut laporan berbagai organisasi hak asasi manusia. Demonstrasi ini muncul sebagai respons terhadap krisis ekonomi yang parah, termasuk jatuhnya nilai tukar mata uang dan kenaikan harga kebutuhan pokok. Seiring meningkatnya jumlah korban, ketegangan politik di Iran mencapai titik yang belum pernah terjadi sejak Revolusi Islam 1979.

Latar Belakang Protes di Iran

Protes di Iran awalnya dipicu oleh ketidakpuasan masyarakat terhadap kondisi ekonomi, tetapi dengan cepat meluas menjadi tuntutan perubahan politik. Human Rights Activists News Agency (HRANA) mencatat setidaknya 1.850 pengunjuk rasa tewas, ditambah 135 anggota pemerintah dan sembilan warga sipil yang tidak terlibat, termasuk sembilan anak, dalam kurun waktu 17 hari. Pemerintah Iran sendiri mengakui angka kematian sekitar 2.000 orang, meski menyatakan bahwa kelompok yang mereka sebut “teroris” bertanggung jawab sebagian insiden tersebut.

Demonstrasi terjadi di 180 kota dan kabupaten di 31 provinsi, menandakan penyebaran yang luas. Kekerasan meningkat secara signifikan sejak hari Kamis sebelumnya, disertai pemutusan hampir total akses internet dan komunikasi, sehingga mempersulit verifikasi data oleh media internasional.

Dampak Kekerasan dan Penindasan

Kekerasan yang dilakukan aparat keamanan menimbulkan korban besar dan tekanan serius pada sistem kesehatan. Rumah sakit di ibu kota kewalahan menangani jumlah korban, dengan kekurangan pasokan dan darah. Dokter Iran yang berbasis di London melaporkan kondisi di beberapa rumah sakit “seperti zona perang,” menunjukkan dampak fisik dan psikologis yang mendalam bagi pengungsi medis.

Video yang diperoleh BBC Persian menunjukkan tumpukan mayat di pusat forensik Kahrizak, dengan setidaknya 180 jenazah yang terlihat dalam satu rekaman. Aktivis dan keluarga korban terpaksa mencari jenazah di berbagai lokasi, mencerminkan tingkat kekerasan yang digunakan aparat terhadap warga sipil.

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

Greenland Tolak Dikuasai AS, Pilih Tetap Bersama Denmark

finnews.id – Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, menyatakan bahwa jika rakyat Greenland...

Internasional

PBB Sebut Setidaknya 100 Anak Tewas di Gaza Sejak Gencatan Senjata

finnews.id – PBB menyatakan setidaknya 100 anak telah tewas akibat serangan udara...

Internasional

Pejabat Kremlin: Penduduk Greenland Bisa Memilih untuk Bergabung dengan Rusia

finnews.id – Penduduk Greenland bisa memilih untuk bergabung dengan Rusia jika Presiden...

Aksi kerusuhan di Iran telah tewaskan 2.000 orang.
Internasional

Pejabat Iran: 2.000 Orang Tewas dalam Aksi Protes!

finnews.id – Sekitar 2.000 orang, termasuk personel keamanan, tewas dalam aksi protes...