Regulator Inggris menyatakan telah menghubungi X pada 5 Januari dan menerima tanggapan dari perusahaan tersebut sesuai tenggat pada 9 Januari 2026. Saat ini, Ofcom tengah melakukan penilaian cepat terhadap bukti yang tersedia dan juga meminta xAI memberikan klarifikasi soal langkah-langkah yang diambil untuk melindungi pengguna di Inggris.
“Laporan tentang penggunaan Grok untuk membuat dan menyebarkan gambar intim ilegal tanpa persetujuan serta materi eksploitasi seksual anak sangat mengkhawatirkan,” kata juru bicara Ofcom.
“Platform harus melindungi masyarakat di Inggris dari konten yang ilegal di Inggris, dan kami tidak akan ragu untuk menyelidiki jika kami mencurigai perusahaan gagal dalam menjalankan tugasnya, terutama jika ada risiko yang membahayakan anak-anak,” lanjutnya.
Jika X terbukti melanggar aturan, Ofcom bisa memerintahkan platform tersebut untuk menjalankan langkah-langkah korektif sesuai ketentuan hukum. Regulator juga memiliki kewenangan menjatuhkan denda hingga 18 juta poundsterling atau 10 persen dari pendapatan global platform.
Selain denda, Ofcom dapat meminta perintah pengadilan untuk menghentikan kerja sama penyedia layanan pembayaran atau pengiklan dengan X. Bahkan, penyedia layanan internet di Inggris bisa diwajibkan memblokir akses ke platform tersebut.
Pemerintah Inggris menyatakan akan mendukung penuh langkah Ofcom apabila tindakan penegakan hukum memang diperlukan.
Di luar Inggris, penyelidikan serupa juga dilakukan oleh regulator di Uni Eropa dan India terkait penyalahgunaan Grok. Sementara itu, Malaysia dan Indonesia sudah lebih dulu memblokir akses ke Grok.
Otoritas di Indonesia menilai Grok belum memiliki sistem pengamanan yang efektif untuk mencegah pembuatan dan penyebaran konten pornografi deepfake eksplisit. Hal senada disampaikan Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia, yang menyebut adanya penyalahgunaan Grok secara berulang untuk membuat deepfake eksplisit non-konsensual, termasuk yang melibatkan perempuan dan anak-anak.
Regulator Malaysia menegaskan pemblokiran Grok akan tetap berlaku sampai X Corp dan xAI menerapkan langkah pengamanan yang dinilai memadai.