Sinong diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan berbagai aplikasi turunan, mulai dari sistem peringatan dini gagal panen, prediksi hasil produksi, hingga integrasi dengan robot dan mesin pertanian pintar.
Menjadi Contoh Global
Langkah China ini dinilai dapat menjadi contoh bagi negara berkembang, termasuk Indonesia, dalam memanfaatkan AI untuk memperkuat sektor pertanian. Di tengah tantangan perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, dan keterbatasan lahan, pendekatan berbasis data dan kecerdasan buatan dinilai sebagai solusi masa depan.
Kehadiran Sinong menegaskan bahwa transformasi pertanian tidak lagi hanya bergantung pada mekanisasi, tetapi juga pada kecerdasan digital. Dengan AI yang memahami karakter pertanian secara mendalam, China membuka babak baru menuju sistem pangan yang lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan.