Catatan Dahlan Iskan

Reflek Radjimin

Bagikan
Ilustrasi kondisi seseorang vegetatif.--
Ilustrasi kondisi seseorang vegetatif.--
Bagikan

Tiap hari Radjimin diberi makan. Tiga kali. Lewat selang. Langsung menuju lambung. Makanan itu dibuat sendiri, berdasar ramuan menu dari dokter. Misalnya tepung beras dicampur ikan gabus. Atau sayur dicampur buah. Atau kacang hijau. Bisa juga putih telur. Semua itu dilembutkan. Dimasak.

Radjimin selalu makan sehat. Ia hanya makan yang penting-penting. Soal rasa nomor dua. Pencernaannya bersih. Tidak perlu kerja keras. Tidak pernah salah makan seperti Anda: akibat ”enak mengalahkan penting”.

Karena itu delapan tahun vegetatif Radjimin hampir tidak pernah sakit. Memang sempat terkena Covid dan dirawat di rumah sakit di Surabaya, sembuh.

Obat yang ia minum hanya nexium –obat anti infensi. Orang vegetatif memang rawan kena infeksi. Tidak ada obat lainnya. Ia sehat sekali. Kalau pun ada obat lain itu sejenis suplemen: maltifer fol. Kandungannya: zat besi dan asam folat. Itu obat yang biasa diberikan kepada orang yang anemia.

Awal Desember lalu tekanan darahnya drop. Dilarikan ke rumah sakit. Lalu kreatininnya jadi 3. Keadaannya turun naik. Lalu meninggal dunia 6 Januari lalu.

Saya tidak menyangka kalau Radjimin tidak tamat SMA. Saya tahu ia sangat intelektual. Tapi saya memang baru kenal ketika ia sudah sukses. Sudah punya Hotel Westin –yang sekarang jadi JW Marriott.

Kalau yang lain sekolah dulu untuk sukses, Radjimin sukses dulu baru kuliah. Ternyata ia kuliah jarak jauh. Yakni di salah satu universitas di Xiamen. Di prodi sastra Mandarin. Bahkan ia sampai ambil S-2 di universitas yang sama. Dosen-dosennya yang terbang ke Surabaya. Belakangan Radjimin menjadi ketua alumni universitas itu.

Di tengah kondisi vegetatifnya saya dapat kabar: keluarga sangat senang. Itu karena air mata Radjimin meleleh saat istrinya membisikkan sesuatu. Keluarga merasa Radjimin bisa merespon apa yang dibisikkan.

Secara ilmu kedokteran orang vegetatif ternyata memang bisa melelehkan air mata. Tapi itu bukan datang dari kesadaran. Itu sebuah reflek.

Telinga dan saluran pendengaran memang masih berfungsi. Tapi tanpa kesadaran. Kalau ada air mata meleleh itu bukan karena sadar tentang apa yang dibisikkan tapi itu seperti reflek.

Bagikan
Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Sirrul Cholil

Di pesantren Sirrul Cholil saya bertemu Muqtafi. Ia keturunan ulama besar Madura,...

James Rachman Radjimin (duduk) sewaktu masih sehat.--
Catatan Dahlan Iskan

Carter 747  

Setelah tahu sulit sembuh, istrinya memutuskan Ali Mahakam dirawat di rumah saja....

Ilustrasi Nadiem Makarim-Gusti-Harian Disway-
Catatan Dahlan Iskan

Melanggar Sombong

Nadiem pun menjadi orang sangat kaya lewat langkahnya itu. Ia jadi simbol...

dr Edwin Ongkoraharjo (kiri) bersama Soedomo Mergonoto (tengah)
Catatan Dahlan Iskan

Pilihan Baru

Fungsi lain prostat adalah terkait dengan sperma itu sendiri: ikut memproduksi sperma....