Home Tekno TDM Neo, Inovasi Headphone yang Bisa Berubah Fungsi Jadi Bluetooth Speaker
Tekno

TDM Neo, Inovasi Headphone yang Bisa Berubah Fungsi Jadi Bluetooth Speaker

Bagikan
TDM Neo, Image: TDMofficial.com
Bagikan

Daya Tahan Baterai dan Implikasinya

Keputusan menggunakan driver dan amplifier terpisah berdampak langsung pada kebutuhan daya. Untuk mengakomodasi mode speaker yang lebih boros energi, TDM Neo dibekali baterai berkapasitas besar. Hasilnya, dalam mode headphone, daya tahan diklaim mencapai sekitar 200 jam, angka yang jauh melampaui rata-rata headphone nirkabel saat ini.

Dalam mode speaker, daya tahan berkurang drastis menjadi sekitar 10 jam. Meski terdengar singkat, angka ini masih relevan mengingat ukuran perangkat dan fakta bahwa fungsi speaker bukan tujuan utama penggunaan jangka panjang. Dari sudut pandang ilmu energi dan desain produk, strategi ini menunjukkan kompromi yang rasional antara fleksibilitas fungsi dan keterbatasan fisik baterai.

Kenyamanan dan Ergonomi Penggunaan

TDM Neo mengadopsi format on-ear, yang secara umum memberikan tekanan langsung pada bagian luar telinga. Namun, bantalan yang lebar dan empuk dirancang untuk mendistribusikan tekanan secara lebih merata. Dalam pengujian singkat, pendekatan ini mampu mengurangi rasa tidak nyaman yang sering muncul pada headphone on-ear konvensional.

Desain engsel yang mengunci pada posisi tertentu juga berfungsi ganda. Selain memastikan transformasi bentuk yang konsisten, struktur ini menciptakan permukaan datar ketika digunakan sebagai speaker, sehingga perangkat dapat berdiri stabil tanpa aksesori tambahan.

Keterbatasan dan Konsekuensi Desain

Di balik inovasinya, TDM Neo memiliki keterbatasan yang perlu dicermati. Perangkat ini tidak menyertakan sistem peredam bising aktif. Dari perspektif teknis, ketiadaan ANC dapat dipahami karena kompleksitas tambahan pada ruang internal earcup yang sudah diisi oleh dua jenis driver.

Selain itu, desain speaker kecil dengan volume internal terbatas secara ilmiah sulit menghasilkan bass dalam yang kuat. Hukum fisika akustik menunjukkan bahwa reproduksi frekuensi rendah membutuhkan ruang udara yang cukup besar. Oleh karena itu, ekspektasi terhadap performa bass pada mode speaker perlu disesuaikan.

Bagikan
Artikel Terkait
Tekno

BRIN: Upper-Arm Exoskeleton Innovation Enables Faster Stroke Recovery

“This condition requires more adaptive modeling approaches and control strategies. Complex dynamic...

Tekno

Jadi Negara Pertama, Indonesia Blokir Grok demi Lindungi Ruang Digital

finnews.id – Indonesia mencatatkan langkah bersejarah di dunia digital global. Melalui Kementerian...

Tekno

Apple Siap Hadirkan iPhone Berkamera 200 MP

Namun, Morgan Stanley tidak melihat perubahan dalam waktu dekat untuk rantai pasok...

Tekno

Lego Smart Play Pamer Kebolehan di CES 2026

Kesimpulan Lego Smart Brick memperlihatkan bagaimana mainan tradisional dapat berevolusi mengikuti era...