Catatan Dahlan Iskan

Sirrul Cholil

Bagikan
Bagikan

Hasyim Muhammad Abdul Haq

Sampai sekarang, saya masih hobi kirim kartu pos saat berwisata keluar negeri. Termasuk saat melancong ke negeri sakura bulan November lalu. Saya kirim ke teman, saudara, dan ke diri sendiri. Iya ke diri sendiri. Saya tujukan ke nama anak saya ke alamat rumah saya. Kartu pos dari luar negeri. Ini semacam beli souvenir untuk diri sendiri yang dititipkan ke Pak Pos untuk diantar ke rumah kita. Saya lupa harga kartu posnya berapa. Tapi prangkonya cukup 100 yen, alias Rp 11.000-an. Cukup murah, tapi anak kita jadi tahu apa itu kartu pos, dan tahu apa itu perangko.

Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺

Bu Pipit telah membantu merawat pak Radjimin selama 8 tahun sesuai petunjuk dokter. Pasti ada rasa yang berbeda. Dan hari ini bu Pipit ikut mengantar sampai ke makam Sentong Lawang.. Hati-hati Bu Pipit..

Pipit

Selamat jalan Pak Bos, sudah cukup lama Pak Bos bertahan sudah waktunya Pak Bos bebas dari segala rasa sakit selama ini. Pak Bos orang yang hebat, semua teman Pak Bos teman teman putra dan putri Pak Bos dan semua karyawan Pak Bos memberi kesaksian kalau Pak Bos orang yang sangat baik. Sekali lagi terimakasih Pak Bos selama 8 tahun ini saya bisa dekat dengan Pak Bos. Semoga Pak Bos mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan. Aamiin.

mario handoko

selamat pagi bp thamrin, bp agus, bp hasyim, bp em ha, sobat yea, bp udin, bp jokosp dan teman2 rusuhwan. membaca chd hari ini. teringat awak akan kisah seorang jurnalis majalah elle. jean dominique bauby. di mana di th 1995. pada usianya yg ke 43. beliau terserang stroke. yang mengakibatkannya tidak sadar selama 20 hari. dilanjut dengan lumpuh total, lock in syndrome. mulut, tangan dan kaki tidak bisa digerakkan. hanya matanya yg masih bisa berkedip, dan pikirannya masih bekerja normal. beruntung, ada seorang perawat yg mampu memahami jean. perawat mulai tahu. bahwa jika jean berkedip sekali. artinya ya. kedip 2 kali. artinya tdk. sang perawat mendatangkan seorang speech therapist. yg punya ide menunjukkan satu per satu huruf alfabet kepada jean. jean akan merespons dengan kedipan mata. jean memilih huruf. merangkai kata hingga menjadi kalimat. dari kalimat menjadi paragraf, lanjut jadi buku setebal 100 an halm. perjuangan jean 3 jam sehari, 7 hari seminggu selama 2 bulan. berbuah jadi buku best seller “the diving bell and the butterfly.” sayangnya, karna pneumonia. jean meninggal 2 hari setelah bukunya terbit. “untuk merayakan kehidupan. lakukan kebaikan bagi orang lain.” demikian motto hidup jean.

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
James Rachman Radjimin (duduk) sewaktu masih sehat.--
Catatan Dahlan Iskan

Carter 747  

Kelihatannya rekor Radjimin akan dipecahkan oleh temannya sendiri: sama-sama konsul kehormatan negara...

dr Edwin Ongkoraharjo (kiri) bersama Soedomo Mergonoto (tengah)
Catatan Dahlan Iskan

Pilihan Baru

Sudomo kini praktis jadi juru selamat di kalangan Tionghoa. Juga juru damai...

Catatan Dahlan Iskan

Timtim Maduro

Bahwa tulisannya begitu bagus itu karena Efatha rajin menulis. Juga banyak membaca....