finnews.id – Sebuah komik langka yang menandai debut Superman kembali mencatat sejarah dalam dunia koleksi global. Action Comics No. 1 edisi 1938, yang memperkenalkan karakter Superman untuk pertama kalinya kepada publik, terjual melalui penjualan privat dengan nilai sekitar Rp230 miliar atau setara 15 juta dolar AS. Angka tersebut tidak hanya memecahkan rekor penjualan komik sebelumnya, tetapi juga menegaskan posisi komik ini sebagai salah satu artefak budaya pop paling berharga di dunia.
Komik tersebut memiliki kisah unik yang melampaui nilai materialnya. Salinan Action Comics No. 1 ini pernah menjadi milik aktor Hollywood Nicolas Cage dan sempat hilang setelah dicuri dari kediamannya. Perjalanan panjang komik ini, mulai dari pencurian hingga akhirnya terjual dengan harga fantastis, menjadi salah satu faktor yang ikut mendorong lonjakan nilainya.
Action Comics No. 1 dan Awal Lahirnya Superman
Action Comics No. 1 terbit pada tahun 1938 dan memuat kisah pertama Superman, karakter yang kemudian menjadi simbol utama genre pahlawan super. Dalam edisi ini, Superman digambarkan sebagai sosok berkekuatan luar biasa yang membela masyarakat dari ketidakadilan, sebuah konsep yang saat itu tergolong revolusioner.
Sejarawan budaya populer menilai bahwa kehadiran Superman dalam Action Comics No. 1 membentuk fondasi genre superhero modern. Banyak karakter yang muncul setelahnya mengadopsi pola naratif serupa, mulai dari identitas ganda hingga misi moral sebagai pelindung publik. Fakta ini menjadikan komik tersebut bukan sekadar barang koleksi, melainkan dokumen penting dalam sejarah industri hiburan global.
Kisah Pencurian dari Rumah Nicolas Cage
Nicolas Cage membeli salinan Action Comics No. 1 ini pada tahun 1996 dengan harga 150 ribu dolar AS, yang pada masa itu sudah tergolong mahal untuk sebuah komik. Namun, pada tahun 2000, komik tersebut dilaporkan hilang setelah sebuah pesta di rumahnya. Selama lebih dari satu dekade, keberadaan komik ini menjadi misteri.
Baru pada tahun 2011, salinan tersebut ditemukan kembali di dalam sebuah unit penyimpanan di California. Penemuan ini mengakhiri masa hilangnya komik selama 11 tahun. Dalam periode tersebut, nilai pasar Action Comics No. 1 melonjak tajam seiring meningkatnya minat global terhadap koleksi langka dan budaya pop klasik.
CEO Metropolis Collectibles/ComicConnect, Stephen Fishler, menyatakan bahwa ironisnya, masa pencurian justru membuat nilai komik tersebut meningkat drastis. Ia mengibaratkan kisah ini dengan pencurian lukisan Mona Lisa pada 1911, yang justru mengangkat status karya tersebut menjadi ikon budaya dunia.