Home Lifestyle Cara Masak Ikan Kaleng agar Tidak Amis dan Lezat sepanjang Hari
Lifestyle

Cara Masak Ikan Kaleng agar Tidak Amis dan Lezat sepanjang Hari

Bagikan
Cara Masak Ikan Kaleng
Cara Masak Ikan Kaleng, Image: DALL·E 3
Bagikan

Peran Bumbu Aromatik dalam Menekan Bau Amis

Bumbu aromatik memiliki fungsi ilmiah yang jelas. Senyawa sulfur pada bawang merah, bawang putih, dan daun bawang mampu berikatan dengan senyawa penyebab bau. Jahe, lengkuas, dan kunyit mengandung gingerol serta kurkumin yang bersifat antioksidan, sehingga memperlambat oksidasi lemak ikan.

Dalam konteks cara masak ikan kaleng agar tidak amis dan lezat sepanjang hari, menumis bumbu hingga benar-benar matang menjadi langkah krusial. Bumbu yang matang sempurna menghasilkan aroma kompleks yang menutupi bau amis, bukan sekadar menyamarkannya.

Penelitian dalam Food Chemistry menunjukkan bahwa pemanasan bumbu rempah meningkatkan pelepasan senyawa aromatik yang stabil terhadap panas. Hal ini menjelaskan mengapa masakan berbasis tumisan rempah cenderung tetap harum meski disimpan berjam-jam.

Teknik Memasak agar Rasa Stabil Sepanjang Hari

Setelah bumbu matang, ikan kaleng sebaiknya dimasukkan pada tahap akhir. Pengadukan lembut menjaga struktur daging tetap utuh. Penambahan sedikit asam alami seperti air jeruk nipis atau tomat segar membantu menurunkan pH masakan. Lingkungan asam terbukti memperlambat pembentukan senyawa penyebab bau.

Dalam praktik penyimpanan, masakan ikan kaleng sebaiknya dibiarkan dingin sebelum ditutup rapat. Uap panas yang terperangkap dapat mempercepat degradasi aroma. Saat dipanaskan ulang, gunakan api kecil hingga sedang agar lemak tidak teroksidasi berlebihan.

Teknik ini sejalan dengan prinsip keamanan dan kualitas pangan modern yang menekankan kontrol suhu dan paparan udara.

Nilai Gizi dan Keamanan Konsumsi

Ikan kaleng tetap mempertahankan kandungan protein, omega-3, serta mineral penting. Studi dari Harvard T.H. Chan School of Public Health menyebutkan bahwa ikan kaleng, terutama sarden dan makarel, merupakan sumber asam lemak omega-3 yang stabil karena proses pengalengan melindungi nutrien dari degradasi cahaya.

Dengan teknik memasak yang tepat, manfaat gizi tersebut tidak hanya terjaga, tetapi juga lebih mudah diterima oleh indera penciuman dan perasa.

Bagikan
Artikel Terkait
Lifestyle

RedDoorz Pacu Pertumbuhan di Indonesia dengan Tambahan 100 Hotel Dikelola Langsung dan Optimalkan AI

Sebagai bagian dari strategi ekspansi ini, RedDoorz juga menegaskan komitmennya dalam pemanfaatan...

Lifestyle

Pekanbaru Peduli Hewan Peliharaan dengan Membuka Pet Hotel

finnews.id – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau melalui UPT...

Lifestyle

Rahasia Foshan di Tiongkok jadi Lahan Berburu Pecinta Furnitur Singapura

“Mengelola toko furnitur di Singapura itu mahal karena biaya sewa yang tinggi,...

Lifestyle

Dari mana dan Apa Makna ‘Mokel’ yang Populer saat Ibadah Puasa Ramadhan Tiba?

Kedua, mengqadha puasa. Jika batal tanpa alasan syar’i, maka wajib mengganti puasa...