Home Lifestyle Bacaan Dzikir untuk Menyembuhkan Penyakit yang Sulit Disembuhkan Medis
Lifestyle

Bacaan Dzikir untuk Menyembuhkan Penyakit yang Sulit Disembuhkan Medis

Bagikan
Berdoa, Image: Yourillustration / Pixabay
Bagikan

Bacaan Dzikir yang Diamalkan untuk Kesembuhan

Dalam tradisi Islam, terdapat beberapa bacaan dzikir dan doa yang sering diamalkan oleh orang sakit sebagai bentuk permohonan kesembuhan.

Istighfar sebagai Pembersih Beban Batin

Istighfar dengan lafaz “Astaghfirullahal ‘azhim” mengandung makna permohonan ampun. Secara spiritual, istighfar diyakini membuka jalan kemudahan. Dari sudut pandang psikologi kesehatan, melepaskan rasa bersalah dan tekanan batin membantu menurunkan stres emosional, yang menurut kajian psikoneuroimunologi berpengaruh langsung terhadap sistem kekebalan tubuh.

Tasbih, Tahmid dan Takbir

Bacaan tasbih, tahmid, dan takbir menanamkan sikap pasrah dan syukur. Sikap ini membentuk pola pikir positif yang penting dalam menghadapi penyakit kronis. Penelitian dari National Institutes of Health tentang psikoneuroimunologi menjelaskan bahwa emosi positif berkontribusi pada respons imun yang lebih baik, sementara emosi negatif berkepanjangan justru melemahkan daya tahan tubuh.

Shalawat dan Doa Kesembuhan

Shalawat kepada Nabi Muhammad sering dibaca sebagai bagian dari dzikir kesembuhan. Selain nilai spiritualnya, shalawat menumbuhkan rasa harapan dan keteladanan kesabaran. Doa kesembuhan yang diajarkan Rasulullah, yang memohon agar Allah menghilangkan penyakit dan memberikan kesembuhan sempurna, menguatkan keyakinan batin penderita. Keyakinan ini selaras dengan temuan ilmiah bahwa harapan dan optimisme memiliki peran penting dalam proses pemulihan jangka panjang.

Perspektif Ilmu Pengetahuan Modern

Ilmu kedokteran modern tidak lagi memandang tubuh dan pikiran sebagai entitas terpisah. Bidang psikoneuroimunologi, sebagaimana dijelaskan oleh National Institutes of Health, menunjukkan bahwa kondisi mental memengaruhi sistem saraf dan kekebalan tubuh. Stres berkepanjangan meningkatkan hormon kortisol yang melemahkan imunitas, sedangkan praktik spiritual dan meditasi membantu menurunkan hormon tersebut.

Penelitian yang dirangkum oleh Harvard Medical School juga menunjukkan bahwa praktik meditasi teratur berhubungan dengan peningkatan kualitas tidur, stabilitas tekanan darah, dan respons imun yang lebih seimbang. Dzikir, sebagai praktik spiritual yang terstruktur, berpotensi memberikan manfaat serupa ketika dilakukan secara konsisten dan penuh penghayatan.

Bagikan
Artikel Terkait
Lifestyle

RedDoorz Pacu Pertumbuhan di Indonesia dengan Tambahan 100 Hotel Dikelola Langsung dan Optimalkan AI

Sebagai bagian dari strategi ekspansi ini, RedDoorz juga menegaskan komitmennya dalam pemanfaatan...

Lifestyle

Pekanbaru Peduli Hewan Peliharaan dengan Membuka Pet Hotel

finnews.id – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau melalui UPT...

Lifestyle

Rahasia Foshan di Tiongkok jadi Lahan Berburu Pecinta Furnitur Singapura

“Mengelola toko furnitur di Singapura itu mahal karena biaya sewa yang tinggi,...

Lifestyle

Dari mana dan Apa Makna ‘Mokel’ yang Populer saat Ibadah Puasa Ramadhan Tiba?

Kedua, mengqadha puasa. Jika batal tanpa alasan syar’i, maka wajib mengganti puasa...