finnews.id – Langkah tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani harus terhenti di perempat final Malaysia Open 2026. Namun, kegagalan itu tak membuat Putri larut dalam kekecewaan. Pebulu tangkis yang akrab disapa Putri KW ini langsung mengalihkan fokus ke turnamen berikutnya, BWF World Tour Super 750 India Open, dengan target menembus semifinal.
Di laga perempat final Super 1000 Malaysia Open, Putri KW harus mengakui keunggulan pemain peringkat dua dunia asal China, Wang Zhi Yi, lewat dua gim ketat 17-21, 18-21 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Jumat (9/1).
Meski kalah, Putri mengaku tetap mengambil banyak hal positif dari penampilannya.
“Yang paling penting saya bersyukur tidak ada cedera. Secara permainan, hari ini saya merasa lebih puas karena bisa bermain lebih lepas dan mengeluarkan kemampuan saya. Ada peningkatan dibanding pertandingan sebelumnya,” ujar Putri dalam keterangan resmi PBSI.
Putri menilai peluang untuk mencuri kemenangan sebenarnya terbuka lebar di kedua gim. Namun, inkonsistensi pada poin-poin krusial menjadi faktor utama yang membuatnya gagal menumbangkan pemain elite dunia.
“Di dua gim itu sebenarnya ada kesempatan. Tapi melawan pemain top dunia, selisih satu atau dua poin sangat menentukan dan sulit dikejar. Banyak poin yang terbuang ketika saya sudah unggul,” kata Putri.
Ia pun mengakui bahwa kemampuan menjaga keunggulan dan kestabilan permainan saat momen genting masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera dibenahi.
Tanpa menunda waktu, Putri KW langsung mengalihkan fokus ke India Open 2026 yang akan digelar pekan depan. Turnamen Super 750 tersebut menjadi ajang penting baginya untuk menguji konsistensi sekaligus meningkatkan kepercayaan diri.
“Target di India Open ingin masuk semifinal dulu. Saya ingin bermain lebih lepas, menikmati setiap pertandingan, dan menjalani laga dengan nothing to lose,” ujarnya.
Musim lalu, Putri juga terhenti di babak perempat final Malaysia Open. Karena itu, India Open menjadi momentum penting baginya untuk menunjukkan progres dan hasil yang lebih baik.