finnews.id – NASA menunda spacewalk yang semula dijadwalkan berlangsung pada Kamis di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) karena satu anggota kru mengalami masalah kesehatan. Penundaan ini menegaskan prioritas keselamatan dalam setiap misi luar angkasa dan menunjukkan kesiapan NASA dalam menghadapi situasi tak terduga selama operasi di orbit.
Kronologi Penundaan Spacewalk
Spacewalk Crew-11 seharusnya dilakukan oleh para astronaut NASA dan mitra internasional, termasuk komandan misi Zena Cardman, pilot Mike Fincke, Kimiya Yui dari Badan Antariksa Jepang, dan kosmonot Oleg Platonov dari Roscosmos. Namun, NASA mengumumkan bahwa salah satu anggota kru mengalami masalah medis sehingga kegiatan ini ditunda. Identitas anggota kru dan jenis penyakit tidak diungkapkan demi alasan privasi.
Menurut pernyataan resmi NASA, “Situasinya stabil. NASA akan membagikan informasi tambahan, termasuk jadwal baru untuk spacewalk mendatang, pada waktu yang tepat.” NASA menekankan bahwa keselamatan para astronaut menjadi prioritas utama, dan semua opsi, termasuk kemungkinan mempersingkat durasi misi Crew-11, sedang dievaluasi secara serius.
Dampak Terhadap Misi Crew-11
Crew-11 diluncurkan pada 1 Agustus menggunakan roket SpaceX Crew Dragon, membawa empat astronaut menuju ISS. Saat ini, total terdapat tujuh astronaut yang berada di stasiun luar angkasa, termasuk tiga lainnya yang tiba menggunakan Soyuz pada akhir November. Penundaan spacewalk dapat mempengaruhi jadwal perawatan dan eksperimen yang direncanakan, namun NASA menyatakan semua prosedur keselamatan dan logistik tetap dijalankan dengan cermat.
Para astronaut menjalani pelatihan intensif untuk menangani situasi medis darurat di orbit, sehingga NASA yakin dapat menyesuaikan operasi tanpa membahayakan misi. Hal ini mencerminkan betapa kompleksnya koordinasi kegiatan di ISS, di mana setiap spacewalk memerlukan perencanaan matang, dukungan teknis dari Bumi, dan kesiapan fisik serta mental astronaut.
Signifikansi Spacewalk bagi Ilmu Pengetahuan
Spacewalk atau Extravehicular Activity (EVA) memiliki peran krusial dalam perawatan dan pengembangan ISS, termasuk pemasangan perangkat baru, perbaikan sistem, dan pengambilan sampel ilmiah. Setiap penundaan berarti jadwal penelitian juga harus disesuaikan, namun keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Menurut NASA, pendekatan ini mencerminkan standar tinggi dalam manajemen risiko misi antariksa modern.
Selain itu, setiap penundaan memberi kesempatan untuk mempelajari respon tubuh manusia terhadap kondisi ekstrem di orbit. Data kesehatan yang dikumpulkan dari astronaut membantu peneliti memahami efek gravitasi mikro, radiasi, dan stres fisik terhadap manusia, yang relevan bagi rencana misi jangka panjang ke Bulan dan Mars.