Finnews.id – Bintang Aljazair Mohamed Amoura meminta maaf setelah aksi selebrasinya dianggap melecehkan pahlawan nasional Kongo, Patrice Lumumba.
Pemain depan Aljazair, Mohamed Amoura, akhirnya angkat bicara terkait aksi selebrasinya yang memicu kontroversi pada laga babak 16 besar Piala Afrika. Amoura menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak berniat menghina rakyat Kongo maupun sosok pahlawan kemerdekaan mereka, Patrice Lumumba.
Insiden tersebut terjadi setelah Aljazair meraih kemenangan dramatis 1-0 atas Kongo pada Selasa 6 Januari 2026. Saat merayakan gol, Amoura menirukan postur Michel Nkuka Mboladinga, seorang suporter Kongo yang viral karena berdiam diri layaknya patung selama pertandingan berlangsung. Mboladinga berpose dengan tangan kanan terangkat, meniru monumen ikonik Patrice Lumumba.
Kesalahpahaman di Balik Selebrasi Amoura sempat terlihat mengangkat tangan kanannya sebelum kemudian merebahkan diri di lapangan dengan kepala bertumpu pada tangan. Aksi ini memicu reaksi keras dari publik Kongo yang menganggap pemain tersebut sedang mengejek simbol nasional mereka.
Melalui unggahan di media sosial, Amoura mengklarifikasi bahwa ia tidak mengetahui makna mendalam di balik sosok “Lumumba Vea”—julukan bagi Mboladinga.
“Saya murni ingin bercanda dengan cara yang baik, tanpa ada niat jahat atau keinginan memprovokasi siapa pun,” tulis Amoura.
Penghormatan untuk Sejarah Kongo Patrice Lumumba merupakan aktivis nasionalis yang mengakhiri kolonialisme Belgia di Kongo pada 1960. Sebagai Perdana Menteri pertama Kongo, Lumumba menjadi simbol perlawanan Afrika sebelum akhirnya tewas terbunuh pada 1961 di wilayah Katanga.
Amoura menyatakan rasa hormatnya terhadap sejarah dan tim nasional Kongo. “Jika sikap saya salah dimengerti, saya dengan tulus menyesalinya. Itu benar-benar bukan niat saya,” tambahnya. Ia juga mendoakan agar Kongo sukses dalam perjuangan mereka menuju kualifikasi Piala Dunia.
Langkah Diplomasi Tim Aljazair Menanggapi ketegangan tersebut, ofisial tim nasional Aljazair melakukan langkah persuasif sebelum meninggalkan Maroko. Mereka menemui Michel Nkuka Mboladinga secara langsung untuk menyampaikan permohonan maaf. Sebagai bentuk persahabatan, tim Aljazair menyerahkan dua jersei: satu bertuliskan nama “Lumumba” dan satu lagi dengan nama “Amoura”.