finnews.id – Piala Afrika 2025 yang digelar di Maroko resmi memasuki fase krusial. Mulai Jumat malam (9/1), delapan tim terbaik Afrika saling berhadapan di babak perempat final, menghadirkan duel sarat sejarah, ambisi, dan gengsi.
Laga pembuka mempertemukan Mali vs Senegal pada 23.00 WIB, duel dua wakil Afrika Barat dengan misi berbeda. Senegal datang sebagai juara Piala Afrika 2021 dan memburu gelar keduanya, sementara Mali masih mengusung mimpi lama: trofi pertama sepanjang sejarah.
Bagi Mali, turnamen ini menjadi peluang memutus kutukan. Sejak pertama tampil di Piala Afrika, prestasi terbaik Les Aigles hanyalah runner-up pada edisi 1972. Menghadapi Senegal yang sarat pengalaman dan mental juara, Mali dituntut tampil nyaris sempurna.
Maroko Tantang Kamerun
Selepas laga Mali kontra Senegal, publik tuan rumah akan memadati stadion saat Maroko menghadapi Kamerun pada Sabtu (10/1) pukul 02.00 WIB. Duel ini mempertemukan tuan rumah dengan salah satu kekuatan paling bersejarah di Afrika.
Maroko diperkuat generasi emas yang dipimpin Achraf Hakimi dan Brahim Diaz, membawa ekspektasi tinggi untuk mengakhiri puasa prestasi. Singa Atlas mengincar gelar kedua mereka setelah juara pada 1976, sekaligus mematahkan rekor buruk yang selalu gagal menembus semifinal dalam 10 edisi terakhir.
Di sisi lain, Kamerun—kolektor lima gelar Piala Afrika—datang dengan pengalaman dan mental juara. Kehadiran Bryan Mbeumo menjadi ancaman serius bagi ambisi Maroko di hadapan publik sendiri.
Nigeria vs Aljazair: Adu Sempurna Dua Tim Tak Terkalahkan
Ketegangan berlanjut pada Sabtu malam (10/1) pukul 23.00 WIB saat Nigeria menantang Aljazair. Laga ini menjadi salah satu duel paling dinanti, mempertemukan dua tim dengan rekor sempurna sejak fase grup—empat kemenangan dari empat laga.
Nigeria membawa beban kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026, setelah tersingkir di babak playoff oleh Kongo. Skuad Super Eagles yang dihuni Victor Osimhen, Ademola Lookman, dan Alex Iwobi kini mengalihkan fokus penuh untuk menebus kekecewaan lewat gelar Piala Afrika.
Aljazair tak kalah berbahaya. Konsistensi dan soliditas permainan membuat duel ini diprediksi berlangsung keras dan sarat tensi tinggi.