finnews.id – Gelombang unjuk rasa di Iran berlanjut memasuki malam ke-12 dengan aksi anti-pemerintah terjadi di berbagai kota, termasuk Teheran.
Protes dipicu oleh krisis ekonomi yang semakin menekan kehidupan masyarakat, terutama akibat inflasi tinggi dan melemahnya mata uang nasional.
Aksi Massa dan Situasi Keamanan
Video terverifikasi menunjukkan kerumunan besar di sejumlah wilayah, meskipun media pemerintah Iran menyebut situasi masih terkendali.
Dalam beberapa hari terakhir, bentrokan antara aparat keamanan dan demonstran dilaporkan terjadi, dengan korban jiwa di beberapa lokasi menurut laporan media internasional.
Pemadaman Internet Nasional
Kelompok pemantau internet NetBlocks melaporkan pemadaman akses internet secara luas di tingkat nasional.
Langkah ini diduga bertujuan membatasi koordinasi massa dan arus informasi selama aksi protes berlangsung.
Reaksi Politik dan Internasional
Reza Pahlavi, putra mendiang Shah Iran yang berada di pengasingan, menyerukan demonstrasi lanjutan.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan ancaman akan mengambil tindakan keras jika aparat Iran membunuh para demonstran.
Kesimpulan
Perkembangan terbaru menunjukkan ketegangan sosial di Iran masih berlanjut di tengah tekanan ekonomi dan respons keamanan yang ketat.
Pemadaman internet menandai upaya pemerintah mengendalikan situasi, sementara perhatian internasional terhadap kondisi Iran terus meningkat.
Referensi
-
Six killed in clashes between protesters and security forces in Iran – BBC News
-
Iran protests over cost of living spread across cities – Reuters
-
High inflation and currency depreciation in Iran – The National