Home Internasional AS Dorong Pemulihan Minyak Venezuela meski Risiko Politik Tinggi
Internasional

AS Dorong Pemulihan Minyak Venezuela meski Risiko Politik Tinggi

Bagikan
Trump, Image: GDJ / Pixabay
Bagikan

finnews.id – Pemerintahan Donald Trump menempatkan reaktivasi industri minyak Venezuela sebagai fokus utama strategi Amerika Serikat terhadap negara tersebut setelah operasi penangkapan mantan Presiden Nicolas Maduro. AS mendorong kesepakatan dengan perusahaan-perusahaan Amerika untuk melanjutkan ekspor minyak mentah ke AS, sekaligus berupaya menjaga stabilitas internal Venezuela dan menekan risiko politik serta keamanan yang selama ini menghambat investasi asing.

Tantangan Politik dan Investasi

Pemulihan sektor minyak Venezuela menghadapi hambatan besar. Ekonom Antero Alvarado menegaskan bahwa peluang jangka panjang sangat besar karena cadangan minyak yang melimpah, tetapi prospek jangka pendek didominasi ketidakpastian politik. Persepsi risiko menjadi kendala utama, karena pemerintah Venezuela belum sepenuhnya diakui dan kerangka institusionalnya rapuh. Akibatnya, perusahaan menengah dan regional diperkirakan akan mengambil peran awal sebelum pemain besar masuk.

Kerusakan Infrastruktur Minyak

Produksi Venezuela saat ini hanya sekitar 1% dari pasokan global, jauh dari puncak 3,5 juta barel per hari pada 1990-an. Infrastruktur pipa, kilang, dan terminal rusak parah, sementara mayoritas minyaknya berat dan ekstra berat sehingga memerlukan fasilitas khusus, energi tinggi, dan logistik kompleks untuk diproses.

Skala Investasi yang Diperlukan

Untuk meningkatkan produksi menjadi 2 juta barel per hari, estimasi investasi mencapai 110 miliar dolar dalam tujuh hingga sepuluh tahun. Kembali ke kapasitas puncak membutuhkan sekitar 200 miliar dolar dan rekonstruksi penuh seluruh rantai minyak, mulai dari eksplorasi hingga pengilangan dan distribusi.

Stabilitas Politik sebagai Kunci

Stabilitas pemerintahan Venezuela menjadi faktor penentu keberhasilan. Setelah Maduro ditangkap, Delcy Rodriguez memimpin pemerintah sementara saudaranya Jorge mengendalikan Majelis Nasional. Ketegangan internal serta keberadaan kelompok bersenjata sipil menciptakan risiko tinggi yang menghambat investasi dan aktivitas ekonomi.

Bagikan
Artikel Terkait
Serangan Arab Saudi di Yaman
Internasional

Kemlu Ungkap Nasib 3 WNI di Yaman Saat Serangan Arab Saudi

finnews.id – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI akhirnya mengungkap nasib tiga warga...

Internasional

Rusia Gabung dengan China-Iran dalam Latihan Perang di Lepas Pantai Afsel

finnews.id – Sebuah kapal perang Rusia tiba di lepas pantai pangkalan Angkatan...

Presiden AS Donald Trump.
Internasional

Dinilai Kooperatif, Trump Batalkan Gelombang Serangan Kedua ke Venezuela

finnews.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan gelombang serangan kedua...

Longsor sampah Filipina 2026
Internasional

Tragedi Longsor Sampah di Filipina: Puluhan Pekerja Hilang Tertimbun di Cebu City

Finnews.id – Bencana mematikan melanda wilayah Filipina bagian tengah setelah sebuah gunungan...