Finnews.id – Aksi kriminalitas yang membahayakan nyawa publik terjadi di jalur kereta api petak jalan Blitar–Rejotangan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terpaksa melakukan perbaikan darurat setelah menemukan ratusan baut penambat rel hilang digondol pencuri di KM 127 + 358.
Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa pihaknya langsung menerjunkan tim prasarana begitu laporan kehilangan masuk pada Rabu (7/1). Langkah cepat ini sangat krusial karena baut penambat merupakan komponen vital yang menjaga stabilitas rel.
“Kami bergerak cepat melengkapi kembali baut-baut yang hilang demi memastikan keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api tetap terjaga. Kehilangan komponen ini berdampak sangat serius terhadap risiko kecelakaan,” ujar Tohari dalam keterangan resminya di Blitar, Kamis.
Pelaku Gasak Ratusan Baut di Lima Titik
Awalnya, petugas di lapangan hanya mendeteksi kehilangan 13 buah baut penambat. Namun, setelah dilakukan pengembangan penyidikan oleh pihak kepolisian terhadap pelaku yang berhasil diringkus, terungkap fakta yang lebih mengejutkan.
Pelaku mengakui telah melancarkan aksinya di sedikitnya lima titik berbeda sepanjang jalur tersebut. Total baut penambat rel yang hilang mencapai 108 buah. Jumlah yang besar ini merupakan bentuk sabotase serius yang dapat menyebabkan rel bergeser atau melengkung saat dilintasi kereta api dengan kecepatan tinggi.
Saat ini, petugas KAI telah memastikan seluruh titik yang terdampak sudah kembali sesuai standar keselamatan perkeretaapian. Jalur tersebut kini dinyatakan aman dan tetap laik operasi setelah melalui pemeriksaan menyeluruh.
Perketat Patroli dan Libatkan Masyarakat
Guna mencegah kejadian serupa terulang, KAI Daop 7 Madiun kini meningkatkan intensitas patroli pengamanan di sepanjang jalur rel. Pihak manajemen juga terus memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum setempat untuk memantau aktivitas mencurigakan di sekitar prasarana kereta api.
Tohari juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat yang berperan aktif melaporkan dugaan aksi pencurian tersebut. Sinergi antara warga dan petugas menjadi kunci utama dalam menggagalkan aksi kriminal yang mengancam keselamatan transportasi massal ini.