Fungsi lain prostat adalah terkait dengan sperma itu sendiri: ikut memproduksi sperma. Sekitar 30 persen sperma diproduksi di prostat.
Bagian sperma yang diproduksi di prostat itu mengandung alkalin. Itu penting agar sperma Anda tetap hidup sehat di tengah vagina basah yang asam. Dengan demikian sperma yang keluar ke vagina tetap hidup dan bisa bergerak.
Sperma yang berasal dari prostat juga mengandung enzim dan beberapa zat lainnya. Khasiatnya: agar sperma bisa bertahan lebih lama di ”iklim” vagina. Juga agar bisa berenang lebih cepat –menuju terminal akhir.
Kelenjar prostatnya sendiri berfungsi ikut mendorong sperma itu keluar di saat terjadi ejakulasi.
Kian tambah umur biji kenari itu kian besar. Ada obat yang bisa menahan pembesaran itu. Harus diminum seumur hidup. Belum tentu berhasil.
Yang populer dilakukan selama ini –kalau kegiatan kencingnya sudah sangat mengganggu– pengerokan. Prostat yang membesar dikerok. Caranya: kateter dimasukkan ke lubang kemaluan, didorong menuju lokasi prostat. Di ujung kateter dipasangi alat pengerok. Berarti alat itu harus membelah dinding saluran kencing –untuk mengurangi besaran prostat di sekitar saluran kencing.
Setelah dilakukan pengerokan saluran kencing bisa membuka lebih besar. Kencing bisa lancar. Tapi ada tapinya: saat ejakulasi sperma tidak bisa keluar dari kemaluan. Sperma itu kembali masuk ke saluran kencing yang sudah diperbesar –lalu pada saatnya keluar bersama air kencing.
Tapi itu tidak bahaya. Juga tidak mengganggu ejakulasi. Laki-laki tetap bisa ereksi. Tetap bisa ejakulasi. Perasaan saja terganggu: kok tidak terlihat spermanya keluar. Perasaan Anda tentu terganggu –apalagi perasaan yang di bawah.
Rezum tidak seperti itu. Prinsipnya sama. Kateter dimasukkan ke lubang kemaluan, didorong menuju lokasi prostat. Di ujung keteter ada jarum. Jarum itulah yang menembus dinding saluran kencing –menuju kelenjar prostat.
Di bagian prostat yang dekat dengan saluran kencing jarum itu mengeluarkan uap. Uap air panas. Suhu uapnya mencapai 103 derajat Celsius.