Finnews.id – Militer Amerika Serikat (AS) menyita dua kapal tanker minyak yang diduga terlibat dalam jaringan perdagangan minyak Venezuela. Operasi ini digelar di dua kawasan perairan strategis: Samudra Atlantik dan Laut Karibia.
Pemerintah AS menilai aktivitas kapal-kapal tersebut melanggar rezim sanksi internasional dan berpotensi digunakan untuk menyalurkan dana kepada kelompok militan.
Departemen Pertahanan AS menyebut dua kapal dagang yang diamankan bernama Bella 1 dan Sofia. Penindakan dilakukan dalam operasi militer terpisah.
Kapal Bella 1 ditangkap di Atlantik Utara setelah terdeteksi mencoba menghindari pengawasan dan blokade laut Amerika Serikat. Sementara itu, kapal Sofia dicegat saat beroperasi di Laut Karibia.
Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, menyatakan hasil pemantauan pergerakan kapal menunjukkan bahwa keduanya sedang menuju Venezuela.
“Berdasarkan data perkapalan yang kami miliki, kedua kapal memiliki tujuan akhir ke wilayah Venezuela,” ujar Kristi Noem.
Ganti Identitas & Gunakan Bendera Rusia
Data otoritas maritim AS mengungkap bahwa Bella 1 sempat mengganti nama menjadi Marinera dan menggunakan bendera Rusia. Langkah ini diduga dilakukan untuk mengelabui sistem pengawasan internasional.
Praktik tersebut kerap digunakan dalam jaringan perdagangan minyak ilegal untuk menghindari sanksi.
Pada 2024, kapal Bella 1 telah lebih dulu masuk daftar sanksi AS karena diduga menyelundupkan kargo untuk Hizbullah, kelompok militan yang mendapat dukungan Iran.
Dalam operasi terbaru, AS juga melibatkan pesawat militer serta pesawat pengintai Angkatan Udara Kerajaan Inggris, menandakan kerja sama lintas negara dalam pengamanan jalur laut.
Setelah penyitaan, kendali atas kedua kapal tanker kini berada di tangan aparat penegak hukum AS.
Proses hukum lanjutan akan menentukan status muatan, operator kapal, dan potensi tuntutan pidana.