finnews.id – Dalam ajaran Islam, kematian bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan menuju kehidupan yang kekal. Oleh karena itu, Islam mengajarkan tata cara khusus dalam memperlakukan jenazah sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sesama muslim. Salah satu kewajiban tersebut adalah memandikan jenazah, sebelum dikafani, dishalatkan, dan dimakamkan.
Hukum mengurus jenazah (mulai dari memandikan hingga menguburkan) adalah fardu kifayah, artinya kewajiban kolektif umat Islam. Jika sudah dilaksanakan oleh sebagian orang, maka gugurlah kewajiban bagi yang lain.
Dalil Kewajiban Memandikan Jenazah
Kewajiban memandikan jenazah memiliki dasar kuat dalam hadis Rasulullah SAW. Ibnu Abbas ra meriwayatkan:
“Rasulullah SAW bersabda tentang seseorang yang meninggal dunia karena terjatuh dari untanya: ‘Mandikanlah dia dengan air dan daun bidara.’” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa memandikan jenazah adalah bagian penting dari syariat Islam.
Niat Memandikan Jenazah
Sebelum memulai proses memandikan, orang yang bertugas wajib melafalkan niat dalam hati, disesuaikan dengan jenis kelamin jenazah.
Niat Memandikan Jenazah Laki-laki
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِهَذَا الْمَيِّتِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla lihaadzal mayyiti lillaahi ta‘aalaa.
Artinya: Saya berniat memandikan jenazah (laki-laki) karena Allah Taala.
Niat Memandikan Jenazah Perempuan
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِهَذِهِ الْمَيِّتَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla lihaadzihil mayyitati lillaahi ta‘aalaa.
Artinya: Saya berniat memandikan jenazah (perempuan) karena Allah Taala.
Tata Cara Memandikan Jenazah
Berikut langkah-langkah memandikan jenazah sesuai tuntunan fikih Islam:
- Jenazah diletakkan di tempat yang tertutup dari pandangan umum, terlindung dari panas dan hujan.
- Posisikan jenazah di tempat yang lebih tinggi seperti dipan atau balai-balai.
- Tutup aurat jenazah menggunakan kain atau sarung.
- Orang yang memandikan dianjurkan memakai sarung tangan.
- Gunakan air bersih dan dingin, kecuali ada kondisi darurat.
- Bersihkan najis yang melekat pada tubuh jenazah.
- Tekan perut jenazah dengan lembut untuk mengeluarkan kotoran, lalu bersihkan kembali.
- Bersihkan kuku, jari tangan, mulut, dan gigi jenazah secara perlahan.
- Disunnahkan menggunakan daun bidara atau sabun untuk membersihkan tubuh.
- Dahulukan anggota tubuh wudu dan mulai dari sisi kanan.
- Siram seluruh tubuh dari kepala hingga kaki secara merata.
- Miringkan jenazah ke kiri saat membasuh sisi kanan, dan sebaliknya.
- Satu rangkaian tersebut dihitung satu kali basuhan.
- Disunnahkan memandikan jenazah sebanyak 3 atau 5 kali.
- Basuhan terakhir boleh menggunakan air yang dicampur wewangian seperti kapur barus.
Doa Setelah Memandikan Jenazah
Setelah selesai memandikan jenazah, dianjurkan membaca doa berikut:
لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي وَإِيَّاهُ (هَا) مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي وَإِيَّاهُ (هَا) مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.
Allaahumma ij‘alnii wa iyyaahu (haa) minat tawwaabiin wa ij‘alnii wa iyyaahu (haa) minal mutathahhiriin.
Artinya: Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan pujian. Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, jadikanlah aku dan dia (jenazah ini) termasuk orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang senantiasa mensucikan diri.