finnews.id – Militer Israel melancarkan serangan terarah pada lokasi peluncuran roket di dekat Kota Gaza, Kamis, 8 Januari 2026. Serangan dilancarkan setelah mereka mengidentifikasi upaya peluncuran yang gagal.
Militer Israel mengatakan, proyektil tersebut tidak melintasi wilayah Israel dan bahwa lokasi peluncuran tersebut diserang tak lama setelah upaya tersebut terdeteksi.
Mereka menuduh Hamas melanggar gencatan senjata dua kali dalam 24 jam terakhir. Sebuah sumber dari kelompok militan Palestina tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa mereka sedang memeriksa tuduhan tersebut.
Israel sedang menunggu penyerahan jenazah terakhir yang seharusnya diserahkan berdasarkan tahap gencatan senjata saat ini.
Seorang pejabat Israel yang dekat dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan, Israel tidak akan beralih ke fase selanjutnya dari gencatan senjata sampai Hamas mengembalikan jenazah sandera Israel terakhir yang masih ditahan di Gaza.
Israel belum membuka penyeberangan Rafah antara Gaza dan Mesir, yang merupakan syarat lain dari rencana yang didukung AS.
Pihak Israel mengaku akan membuka perbatasan setelah jenazah dikembalikan.
Meskipun gencatan senjata telah diberlakukan, Israel terus melakukan serangan udara dan operasi terarah di seluruh Gaza.
Militer Israel mengatakan pihaknya memandang “dengan sangat serius” setiap upaya kelompok militan di Gaza untuk menyerang Israel.
Israel dan Hamas saling menuduh melakukan pelanggaran besar terhadap kesepakatan tersebut dan masih memiliki perbedaan pendapat yang jauh mengenai langkah-langkah yang lebih sulit yang direncanakan untuk fase selanjutnya.
Hamas menolak untuk melucuti senjata dan telah menegaskan kembali kendalinya karena pasukan Israel tetap bertahan di sekitar setengah wilayah tersebut.
Israel mengatakan akan melanjutkan aksi militer jika Hamas tidak dilucuti senjatanya secara damai.
Israel dan kelompok bersenjata Palestina telah terlibat dalam pertempuran berulang kali sejak perang meletus pada Oktober 2023.