Berbeda dengan Aceh dan Sumut, Gubernur Sumatera Barat melaporkan bahwa tidak ada desa yang benar-benar hilang di wilayahnya. Satu desa yang sempat dikabarkan hilang ternyata berstatus terisolasi akibat putusnya akses jalan darat.
“Berkat kerja keras semua pihak, mulai dari TNI yang membangun jembatan darurat, Polri, Pemerintah Daerah, Danantara, hingga Kementerian PU, akses menuju desa terisolasi tersebut kini sudah terbuka kembali,” jelas Tito.
Secara keseluruhan, bencana besar di Sumatra ini berdampak pada sedikitnya 1.580 desa. Mendagri menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menafikan daerah mana pun dalam proses pemberian bantuan. Sinergi lintas kementerian dan lembaga terus berjalan secara profesional dan akuntabel guna mengembalikan aktivitas normal masyarakat di seluruh Pulau Sumatra.