Finnews.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memaparkan kondisi terkini dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatra. Data terbaru menunjukkan kurang lebih 25 desa dilaporkan hilang akibat terjangan bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Hingga saat ini, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus melakukan validasi untuk memastikan apakah desa-desa tersebut benar-benar tersapu bencana atau hanya dalam kondisi terisolasi. Upaya pemulihan geliat ekonomi di wilayah terdampak kini menjadi prioritas utama pemerintah.
“Ada sekitar 25 jumlah desa yang hilang per hari ini berdasarkan koordinasi dengan BPS, Mensos, BNPB, dan para kepala daerah. Namun, kami akan melakukan cross check lagi untuk memastikan statusnya,” ujar Tito Karnavian di Gedung Kemendagri, Jakarta Pusat, Kamis 8 Januari 2026.
Peta Wilayah Terdampak di Aceh dan Sumatera Utara
Di Provinsi Aceh, pemerintah memfokuskan pemulihan pada tujuh titik utama. Wilayah yang menjadi perhatian khusus meliputi Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues. Khusus di Aceh Tamiang, aktivitas pemerintahan kabupaten belum berjalan optimal karena kantor dinas masih tertutup lumpur sisa banjir.
Berdasarkan data terbaru, jumlah desa (gampong) yang hilang di Aceh mengalami penambahan dari semula 13 menjadi 17 desa. Pemerintah masih mendalami apakah desa tersebut hilang terbawa arus atau tertimbun longsor.
Sementara itu, untuk wilayah Sumatera Utara, dari 18 daerah yang terdampak, 13 di antaranya telah menunjukkan kondisi yang relatif normal. Fokus penanganan kini tertuju pada lima wilayah kritis, yakni Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, dan Mandailing Natal. Di Sumut, tercatat masih ada 8 desa yang berstatus hilang.
Sumatera Barat Fokus pada Akses Terisolasi
Kondisi di Sumatera Barat menunjukkan progres pemulihan yang cukup cepat. Dari 16 kabupaten/kota terdampak, 13 wilayah di antaranya sudah mendekati normal. Saat ini, fokus perhatian tertuju pada tiga wilayah paling terdampak, yaitu Agam, Padang Pariaman, dan Tanah Datar.