Home Internasional Greenland Hadapi Tekanan Geopolitik Usai AS Bahas Opsi Akuisisi
Internasional

Greenland Hadapi Tekanan Geopolitik Usai AS Bahas Opsi Akuisisi

Bagikan
Greenland, Image: Barni1 / Pixabay
Bagikan

finnews.id – Greenland kembali menjadi perhatian internasional setelah Amerika Serikat menyatakan sedang membahas opsi untuk mengakuisisi wilayah tersebut dari Denmark.

Gedung Putih menyebut pembahasan itu berlangsung secara aktif, seiring meningkatnya kepentingan strategis Amerika Serikat di kawasan Arktik.

Presiden Amerika Serikat sebelumnya juga menyampaikan bahwa negaranya memiliki kepentingan keamanan dan strategis di Greenland.

tersebut memicu reaksi di Greenland dan Denmark, meskipun Washington menegaskan bahwa pembahasan masih berada dalam ranah politik dan diplomatik.

Reaksi Warga Greenland

Sejumlah warga Greenland menyampaikan penolakan terhadap gagasan akuisisi tersebut.

Seorang pengusaha di Nuuk mengatakan masyarakat Greenland tidak ingin menjadi bagian dari Amerika Serikat dan menegaskan bahwa wilayah tersebut bukan untuk dijual.

Warga Greenland yang tinggal di luar negeri juga menyampaikan kekhawatiran serupa.

Mereka menilai pernyataan Amerika Serikat membuat isu pengambilalihan wilayah terasa lebih nyata, terutama dalam konteks dinamika geopolitik global saat ini.

Tanggapan Pejabat Politik

Perwakilan Greenland di parlemen Denmark menyebut pernyataan dari pemerintahan Amerika Serikat sebagai ancaman terhadap kedaulatan wilayah.

Ia menyatakan keprihatinan atas sikap Washington yang tidak secara tegas menutup kemungkinan aneksasi terhadap wilayah yang masih berada di bawah kedaulatan Denmark.

Pemerintah Denmark kembali menegaskan bahwa Greenland tidak untuk dijual.

Copenhagen menyatakan bahwa masa depan Greenland harus ditentukan oleh penduduknya sendiri dan sesuai dengan prinsip hukum internasional.

Kepentingan Strategis Greenland

Greenland merupakan wilayah otonom dengan populasi sekitar 56.000 jiwa dan sebagian besar wilayahnya tertutup es.

Meski demikian, wilayah ini memiliki nilai strategis tinggi, terutama dalam konteks pertahanan dan keamanan kawasan Atlantik Utara.

Amerika Serikat telah memiliki kehadiran militer di Greenland sejak Perang Dunia Kedua.

Selain faktor pertahanan, meningkatnya minat terhadap sumber daya alam di kawasan Arktik juga menjadi salah satu latar belakang perhatian terhadap wilayah tersebut.

Situasi Terkini

Hingga saat ini, tidak ada perubahan status politik Greenland. Pemerintah Greenland dan Denmark menegaskan bahwa setiap keputusan mengenai masa depan wilayah itu harus melibatkan persetujuan rakyat Greenland.

Pembahasan di Amerika Serikat masih terus dipantau oleh otoritas di Greenland dan Denmark.

Referensi:

  1. “We are not for sale: Greenlanders express fear and indignation as Trump eyes territory” – BBC News

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

Iran Peringati 40 Hari Wafatnya Ayatollah Khamenei, Jutaan Warga Turun ke Jalan!

finnews.id – Jutaan warga di Iran turun ke jalan pada Kamis, 9...

Internasional

Gegara Israel Serang Lebanon yang Tewaskan 112 Orang, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

finnews.id – Serangan militer besar-besaran yang dilancarkan Israel ke wilayah Lebanon menewaskan...

Internasional

Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah 40 Hari Ditutup, Jemaah Langsung Berdatangan

finnews.id – Masjid Al-Aqsa akhirnya kembali dibuka untuk jamaah Muslim pada Kamis,...

Internasional

Sombongnya Netanyahu, Ngaku Siap Kembali Berperang Lawan Iran Kapan Saja!

finnews.id – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengeluarkan pernyataan tegas terkait situasi...