finnews.id – Greenland kembali menjadi perhatian internasional setelah Amerika Serikat menyatakan sedang membahas opsi untuk mengakuisisi wilayah tersebut dari Denmark.
Gedung Putih menyebut pembahasan itu berlangsung secara aktif, seiring meningkatnya kepentingan strategis Amerika Serikat di kawasan Arktik.
Presiden Amerika Serikat sebelumnya juga menyampaikan bahwa negaranya memiliki kepentingan keamanan dan strategis di Greenland.
tersebut memicu reaksi di Greenland dan Denmark, meskipun Washington menegaskan bahwa pembahasan masih berada dalam ranah politik dan diplomatik.
Reaksi Warga Greenland
Sejumlah warga Greenland menyampaikan penolakan terhadap gagasan akuisisi tersebut.
Seorang pengusaha di Nuuk mengatakan masyarakat Greenland tidak ingin menjadi bagian dari Amerika Serikat dan menegaskan bahwa wilayah tersebut bukan untuk dijual.
Warga Greenland yang tinggal di luar negeri juga menyampaikan kekhawatiran serupa.
Mereka menilai pernyataan Amerika Serikat membuat isu pengambilalihan wilayah terasa lebih nyata, terutama dalam konteks dinamika geopolitik global saat ini.
Tanggapan Pejabat Politik
Perwakilan Greenland di parlemen Denmark menyebut pernyataan dari pemerintahan Amerika Serikat sebagai ancaman terhadap kedaulatan wilayah.
Ia menyatakan keprihatinan atas sikap Washington yang tidak secara tegas menutup kemungkinan aneksasi terhadap wilayah yang masih berada di bawah kedaulatan Denmark.
Pemerintah Denmark kembali menegaskan bahwa Greenland tidak untuk dijual.
Copenhagen menyatakan bahwa masa depan Greenland harus ditentukan oleh penduduknya sendiri dan sesuai dengan prinsip hukum internasional.
Kepentingan Strategis Greenland
Greenland merupakan wilayah otonom dengan populasi sekitar 56.000 jiwa dan sebagian besar wilayahnya tertutup es.
Meski demikian, wilayah ini memiliki nilai strategis tinggi, terutama dalam konteks pertahanan dan keamanan kawasan Atlantik Utara.
Amerika Serikat telah memiliki kehadiran militer di Greenland sejak Perang Dunia Kedua.
Selain faktor pertahanan, meningkatnya minat terhadap sumber daya alam di kawasan Arktik juga menjadi salah satu latar belakang perhatian terhadap wilayah tersebut.