Dugaan Penyebab Kebakaran dan Tanggung Jawab Hukum
Jaksa di kanton Valais menyatakan bahwa kebakaran kemungkinan besar bermula ketika kembang api yang menempel pada botol sampanye menyentuh langit-langit berlapis busa akustik. Api kemudian menjalar dengan cepat, terutama di area basement bar yang dipenuhi pengunjung.
Dua pengelola bar telah ditempatkan dalam penyelidikan kriminal atas dugaan kelalaian yang menyebabkan kematian, cedera, dan kebakaran. Mereka diduga membiarkan penggunaan kembang api di dalam ruangan tertutup serta gagal mengendalikan kapasitas pengunjung. Pada malam kejadian, jumlah orang di dalam bar diduga melebihi batas maksimum yang diizinkan, yaitu 200 orang.
Wali kota Crans-Montana juga mengakui bahwa belum ada kepastian apakah pintu darurat di lantai bawah berfungsi dengan baik saat kebakaran terjadi. Sejumlah saksi melaporkan adanya dorong-dorongan di tangga sempit yang menjadi satu-satunya jalur keluar, kondisi yang memperparah situasi darurat.
Evaluasi Sistem Pengawasan Keselamatan di Swiss
Swiss menerapkan sistem pemerintahan berlapis, di mana regulasi keselamatan ditetapkan oleh tingkat kanton, namun pelaksanaannya menjadi tanggung jawab pemerintah lokal. Dalam kasus Crans-Montana, kegagalan melakukan inspeksi rutin menimbulkan pertanyaan serius tentang efektivitas sistem tersebut.
Wali kota mengungkapkan bahwa hanya lima petugas yang bertanggung jawab memeriksa lebih dari 10.000 bangunan di wilayahnya. Keterbatasan sumber daya ini disebut sebagai salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kelalaian pemeriksaan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa alasan tersebut tidak menghapus tanggung jawab moral dan administratif pemerintah setempat.
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah lokal berencana menunjuk kontraktor eksternal untuk melakukan audit keselamatan terhadap seluruh 128 tempat hiburan di kawasan tersebut, serta melarang penggunaan kembang api di dalam ruangan secara permanen.
Kesimpulan
Tragedi kebakaran di bar Le Constellation, Crans-Montana, mengungkap betapa krusialnya inspeksi keselamatan rutin dalam mencegah bencana di ruang publik. Fakta bahwa bar di resor ski Swiss ini tidak diperiksa selama lima tahun sebelum kebakaran maut menunjukkan adanya celah serius dalam sistem pengawasan.
Dari sudut pandang ilmu keselamatan modern, kombinasi material mudah terbakar, kepadatan pengunjung tinggi, serta minimnya jalur evakuasi menciptakan kondisi yang sangat berbahaya. Temuan ini memperkuat relevansi standar keselamatan kebakaran internasional yang menekankan audit berkala, penggunaan material tahan api, dan pengendalian kapasitas bangunan.
Kasus ini kini menjadi pelajaran penting, tidak hanya bagi Swiss, tetapi juga bagi pengelola ruang publik di seluruh dunia, bahwa kelalaian administratif dapat berujung pada tragedi kemanusiaan berskala besar.