finnews.id – Peristiwa kebakaran maut yang mengguncang kawasan resor ski Crans-Montana, Swiss, pada perayaan Tahun Baru memunculkan fakta-fakta baru yang memicu keprihatinan luas. Kebakaran tersebut menewaskan 40 orang dan melukai sedikitnya 116 korban lainnya, menjadikannya salah satu insiden kebakaran paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir di negara tersebut. Fakta terbaru mengungkap bahwa bar Le Constellation, lokasi utama tragedi, tidak menjalani inspeksi keselamatan selama lima tahun sebelum kebakaran terjadi.
Keterangan ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Crans-Montana, Nicolas Feraud, dalam konferensi pers yang digelar beberapa hari setelah kejadian. Ia mengakui bahwa seharusnya tempat hiburan seperti bar menjalani pemeriksaan keselamatan secara rutin setiap tahun, namun hal tersebut tidak terlaksana sejak 2019. “Kami sangat menyesal. Kami berutang penjelasan kepada keluarga korban dan akan menerima tanggung jawab,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Fakta Baru Terkait Kelalaian Inspeksi Keselamatan
Terungkap bahwa inspeksi keselamatan terakhir di bar Le Constellation dilakukan pada 2019, sementara tidak ada pemeriksaan sama sekali dari 2020 hingga 2025. Padahal, bar tersebut mengalami renovasi pada 2015, termasuk pemasangan busa peredam suara di langit-langit ruang bawah tanah. Material inilah yang kemudian diduga menjadi pemicu utama penyebaran api secara cepat.
Menurut keterangan otoritas setempat, busa peredam suara tersebut tidak pernah melalui pengujian lanjutan terkait ketahanan terhadap api. Aparat keamanan lokal saat itu menganggap material tersebut tidak memerlukan pemeriksaan tambahan. Fakta ini kini menjadi salah satu fokus utama penyelidikan jaksa Swiss.
Dalam rekaman video lama yang ditayangkan oleh penyiar nasional Swiss, terlihat pengunjung bar mengangkat botol minuman beralkohol dengan kembang api menyala. Seorang pegawai bahkan sempat memperingatkan agar berhati-hati terhadap “mousse”, istilah Prancis untuk busa peredam suara. Namun peringatan tersebut tidak diikuti tindakan pengamanan lebih lanjut dari pengelola maupun otoritas setempat.
Dugaan Penyebab Kebakaran dan Tanggung Jawab Hukum
Jaksa di kanton Valais menyatakan bahwa kebakaran kemungkinan besar bermula ketika kembang api yang menempel pada botol sampanye menyentuh langit-langit berlapis busa akustik. Api kemudian menjalar dengan cepat, terutama di area basement bar yang dipenuhi pengunjung.
Dua pengelola bar telah ditempatkan dalam penyelidikan kriminal atas dugaan kelalaian yang menyebabkan kematian, cedera, dan kebakaran. Mereka diduga membiarkan penggunaan kembang api di dalam ruangan tertutup serta gagal mengendalikan kapasitas pengunjung. Pada malam kejadian, jumlah orang di dalam bar diduga melebihi batas maksimum yang diizinkan, yaitu 200 orang.
Wali kota Crans-Montana juga mengakui bahwa belum ada kepastian apakah pintu darurat di lantai bawah berfungsi dengan baik saat kebakaran terjadi. Sejumlah saksi melaporkan adanya dorong-dorongan di tangga sempit yang menjadi satu-satunya jalur keluar, kondisi yang memperparah situasi darurat.
Evaluasi Sistem Pengawasan Keselamatan di Swiss
Swiss menerapkan sistem pemerintahan berlapis, di mana regulasi keselamatan ditetapkan oleh tingkat kanton, namun pelaksanaannya menjadi tanggung jawab pemerintah lokal. Dalam kasus Crans-Montana, kegagalan melakukan inspeksi rutin menimbulkan pertanyaan serius tentang efektivitas sistem tersebut.
Wali kota mengungkapkan bahwa hanya lima petugas yang bertanggung jawab memeriksa lebih dari 10.000 bangunan di wilayahnya. Keterbatasan sumber daya ini disebut sebagai salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kelalaian pemeriksaan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa alasan tersebut tidak menghapus tanggung jawab moral dan administratif pemerintah setempat.
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah lokal berencana menunjuk kontraktor eksternal untuk melakukan audit keselamatan terhadap seluruh 128 tempat hiburan di kawasan tersebut, serta melarang penggunaan kembang api di dalam ruangan secara permanen.
Kesimpulan
Tragedi kebakaran di bar Le Constellation, Crans-Montana, mengungkap betapa krusialnya inspeksi keselamatan rutin dalam mencegah bencana di ruang publik. Fakta bahwa bar di resor ski Swiss ini tidak diperiksa selama lima tahun sebelum kebakaran maut menunjukkan adanya celah serius dalam sistem pengawasan.
Dari sudut pandang ilmu keselamatan modern, kombinasi material mudah terbakar, kepadatan pengunjung tinggi, serta minimnya jalur evakuasi menciptakan kondisi yang sangat berbahaya. Temuan ini memperkuat relevansi standar keselamatan kebakaran internasional yang menekankan audit berkala, penggunaan material tahan api, dan pengendalian kapasitas bangunan.
Kasus ini kini menjadi pelajaran penting, tidak hanya bagi Swiss, tetapi juga bagi pengelola ruang publik di seluruh dunia, bahwa kelalaian administratif dapat berujung pada tragedi kemanusiaan berskala besar.