Home Internasional Salju Ekstrem Landa Eropa, Enam Orang Meninggal Dunia
Internasional

Salju Ekstrem Landa Eropa, Enam Orang Meninggal Dunia

Bagikan
Salju Ekstrem, Image: Kerttu / Pixabay
Bagikan

Kekacauan Transportasi Udara di Eropa Barat

Selain korban jiwa, salju ekstrem Melanda Eropa juga memicu gangguan besar pada transportasi udara. Ratusan penerbangan dibatalkan di bandara-bandara utama seperti Paris Charles de Gaulle, Orly, dan Amsterdam Schiphol. Di Schiphol, lebih dari 400 penerbangan dibatalkan dalam satu hari, dengan ratusan penumpang terdampar dan antrean panjang di meja layanan maskapai.

Maskapai nasional Belanda, KLM, melaporkan keterbatasan cairan de-icing akibat tingginya permintaan dan gangguan rantai pasok. De-icing merupakan proses penting untuk menghilangkan es dan salju dari permukaan pesawat guna menjaga aerodinamika dan keselamatan penerbangan. Tanpa proses ini, pesawat berisiko kehilangan daya angkat saat lepas landas.

Penelitian penerbangan modern menegaskan bahwa lapisan es setebal beberapa milimeter saja dapat mengurangi efisiensi sayap pesawat secara signifikan. Oleh karena itu, pembatalan penerbangan dalam kondisi cuaca ekstrem justru mencerminkan penerapan standar keselamatan yang ketat, meskipun berdampak besar pada penumpang.

Gangguan Kereta dan Sistem Darat

Transportasi darat juga mengalami tekanan besar. Di Belanda, layanan kereta sempat berhenti total akibat gangguan sistem, memperparah situasi bagi penumpang yang sudah terdampak pembatalan penerbangan. Jalur kereta internasional seperti Eurostar dari Amsterdam ke Paris dilaporkan mengalami pembatalan dan keterlambatan panjang.

Salju dan suhu rendah dapat memengaruhi sistem kelistrikan rel, sinyal otomatis, serta mekanisme pergantian jalur. Studi teknik transportasi menunjukkan bahwa komponen logam pada rel dapat mengalami kontraksi ekstrem, sementara es dapat menghambat sensor elektronik yang vital bagi keselamatan perjalanan kereta.

Perspektif Ilmu Iklim Modern

Fenomena salju ekstrem Melanda Eropa tidak dapat dilepaskan dari diskusi ilmiah tentang perubahan iklim global. Meskipun pemanasan global identik dengan kenaikan suhu, para klimatolog menjelaskan bahwa ketidakstabilan iklim justru meningkatkan peluang terjadinya cuaca ekstrem, termasuk badai salju yang intens.

Data dari lembaga klimatologi internasional menunjukkan bahwa pemanasan Arktik memperlambat arus jet stream, menyebabkan sistem cuaca bergerak lebih lambat dan bertahan lebih lama di suatu wilayah. Akibatnya, hujan salju dapat berlangsung berhari-hari dan menumpuk dalam jumlah besar, seperti yang terjadi dalam peristiwa ini.

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

NASA Tunda Spacewalk di ISS karena Masalah Kesehatan Astronaut

Kesimpulan Penundaan spacewalk di ISS akibat masalah kesehatan satu astronaut menunjukkan betapa...

Internasional

AS Tarik Diri, PBB Tegaskan Kontribusi Tetap Wajib Dibayar

Pernyataan Resmi PBB PBB menegaskan bahwa kontribusi yang disetujui melalui Majelis Umum...

Internasional

Wanita Ini Iseng-iseng Beli Lotere, Eh Menang Rp30 Miliar

finnews.id – Seorang wanita di North Carolina baru-baru ini mengalami perubahan hidup...

Internasional

Gelombang Unjuk Rasa di Iran Berlanjut, Akses Internet Dilaporkan Lumpuh

finnews.id – Gelombang unjuk rasa di Iran berlanjut memasuki malam ke-12 dengan...