Finnews.id – Mantan manajer Manchester United, Erik ten Hag, akhirnya memutuskan untuk kembali ke dunia sepak bola dengan peran yang berbeda. Setelah sempat mengalami masa sulit di Jerman, Ten Hag secara resmi menyetujui kontrak untuk menjabat sebagai Direktur Teknis FC Twente mulai musim depan.
Langkah Baru Setelah Karier Manajerial yang Fluktuatif Keputusan ini menandai pergeseran karier Ten Hag dari kursi pelatih ke jajaran manajemen klub.
Sebelumnya, pelatih berusia 55 tahun ini sempat mencoba peruntungannya di Bundesliga bersama Bayer Leverkusen pada Mei 2025. Namun, kariernya di Jerman berakhir singkat setelah pihak klub memecatnya hanya dalam tiga pertandingan di awal musim ini.
Padahal, Ten Hag datang ke Leverkusen dengan ambisi besar untuk membangun kembali reputasinya pasca-pemecatan dari Manchester United pada 2024. Selama dua musim penuh di Old Trafford, ia sebenarnya berhasil menyumbangkan trofi Piala Liga Inggris dan Piala FA, namun performa liga yang tidak konsisten membuatnya kehilangan jabatan.
Kembali ke Akar: Sejarah Ten Hag dengan FC Twente
FC Twente bukanlah tempat asing bagi pria kelahiran Haaksbergen ini. Ten Hag merupakan pendukung masa kecil klub tersebut dan memulai karier profesionalnya sebagai pemain di sana. Ia bahkan sempat kembali untuk periode kedua sebagai pemain dan mengawali langkah kepelatihannya di level pemuda bersama klub berjuluk The Tukkers tersebut.
“Melalui pengalaman saya di bidang pengembangan pemain muda, pembangunan tim, dan budaya olahraga papan atas, saya ingin memperkuat fondasi teknis FC Twente,” ujar Ten Hag dalam pernyataan resminya terkait peran barunya tersebut.
Transisi Kepemimpinan di Grolsch Veste Manajemen FC Twente mengonfirmasi bahwa Ten Hag akan bergabung mulai bulan depan untuk masa transisi. Ia dijadwalkan menggantikan Direktur Teknis saat ini, Jan Streuer, yang akan memasuki masa pensiun pada akhir musim 2025/2026.
Kembalinya sosok yang sukses membawa Ajax Amsterdam meraih tiga gelar Eredivisie ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing FC Twente di papan atas Liga Belanda melalui visi teknisnya yang tajam.