Finnews.id – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, menanggapi santai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut partainya perlu mendapatkan pengawasan terus-menerus. Pria yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat tersebut meyakini bahwa ucapan sang Presiden murni merupakan kelakar politik antar-rekan koalisi.
Suasana Hangat di Padepokan Garuda Yaksa
Momen tersebut terekam dalam sesi pembukaan retret jilid kedua Kabinet Merah Putih yang berlangsung di kediaman pribadi Prabowo, Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Jawa Barat, Selasa 6 Januari 2025.
Saat menutup taklimat awal tahun, Prabowo menyapa para ketua umum partai pengusung yang hadir sebelum melontarkan candaan kepada Muhaimin.
“Ya, itu bercanda saja. Beliau memang sering melempar gojlokan (candaan) seperti itu, jadi tidak ada maksud lain,” ujar Muhaimin saat ditemui awak media selepas acara pada Selasa malam 6 Januari 2026.
Bantahan Terkait Manuver Politik Muhaimin secara tegas menepis spekulasi yang menyebut ucapan Prabowo sebagai sinyal ketidakpercayaan atau kekhawatiran terhadap manuver PKB di masa depan.
Menurutnya, dinamika hubungan dalam koalisi saat ini sangat cair dan penuh kekeluargaan, meskipun PKB sempat berada di kubu oposisi pada Pilpres 2024 lalu.
Sebagaimana diketahui, pada kontestasi politik tahun lalu, PKB bersama PKS dan NasDem mengusung pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. Namun, pasca-kemenangan pasangan Prabowo-Gibran, ketiga partai tersebut memutuskan untuk merapat dan memperkuat pemerintahan Kabinet Merah Putih.
Koalisi yang Kian Solid Kehadiran PKB dalam pemerintahan kini terwakili lewat posisi strategis Muhaimin di jajaran menteri koordinator. Selain PKB, partai lain yang bergabung pasca-pilpres seperti PKS juga telah menempatkan kadernya di kabinet, salah satunya Prof. Yassierli sebagai Menteri Ketenagakerjaan.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa koalisi partai pendukung pemerintah saat ini berada dalam kondisi yang sangat kuat. Candaan yang diarahkan kepada PKB justru dipandang sebagai bentuk kedekatan personal antara Prabowo dengan para pimpinan partai koalisinya.