finnews.id – Penunjukan Liam Rosenior sebagai manajer baru Chelsea menandai momen penting dalam perjalanan klub dan sejarah Premier League. Klub asal London tersebut resmi menunjuk Rosenior setelah kepergian Enzo Maresca, sekaligus menciptakan babak baru yang banyak mendapat sorotan publik sepak bola Inggris. Keputusan ini tidak hanya berdampak pada arah teknis Chelsea, tetapi juga memunculkan diskusi luas mengenai jalur karier kepelatihan dan dinamika representasi di level tertinggi sepak bola Inggris.
Rosenior datang ke Stamford Bridge dengan latar belakang yang kuat sebagai pelatih muda Inggris. Sebelum menerima tawaran Chelsea, ia menangani Hull City dan kemudian Strasbourg, klub yang berada dalam grup kepemilikan yang sama dengan Chelsea melalui BlueCo. Pengalaman tersebut membuat transisinya relatif mulus, karena ia sudah memahami filosofi kepemilikan dan struktur manajemen yang menaungi klub London tersebut.
Momen Bersejarah bagi Chelsea dan Premier League
Dalam catatan sejarah Premier League yang telah berjalan lebih dari tiga dekade, jumlah manajer kulit hitam yang memegang jabatan secara permanen masih sangat terbatas. Sejak liga dibentuk pada 1992, hanya 12 manajer kulit hitam yang pernah menjabat secara penuh. Fakta ini membuat penunjukan Rosenior memiliki makna historis tersendiri bagi Chelsea dan liga secara keseluruhan.
Chelsea sendiri memiliki sejarah penting dalam isu keberagaman. Klub ini pernah menunjuk Ruud Gullit sebagai manajer pada 1996, yang tercatat sebagai manajer kulit hitam pertama di Premier League. Selain itu, Chelsea juga memiliki Paul Elliott sebagai kapten kulit hitam pertama klub. Penunjukan Rosenior melanjutkan jejak sejarah tersebut dalam konteks era sepak bola modern.
Perjalanan Karier dan Reputasi Liam Rosenior
Liam Rosenior tumbuh dan bermain tidak jauh dari wilayah London Barat, sehingga ia memahami karakter komunitas lokal Chelsea. Sebagai pemain, kariernya berjalan solid bersama sejumlah klub Inggris. Setelah gantung sepatu, ia memilih jalur kepelatihan dan membangun reputasi secara bertahap, tanpa lonjakan instan ke klub besar.
Namanya mulai mendapat perhatian luas saat menangani Hull City, sebelum kemudian dipercaya memimpin Strasbourg di Ligue 1. Di Prancis, Rosenior dikenal sebagai pelatih yang detail dan komunikatif, mampu mengelola ruang ganti yang beragam latar belakang budaya. Wayne Rooney, yang pernah bekerja bersamanya di Derby County, menyebut Rosenior sebagai salah satu pelatih terbaik yang pernah ia temui.
Selain reputasi di lapangan, Rosenior juga dikenal vokal dalam isu sosial. Dalam berbagai kolom opini dan wawancara, ia pernah menyoroti kurangnya kesempatan bagi pelatih kulit hitam, sekaligus menegaskan bahwa kemampuan seharusnya menjadi satu-satunya tolok ukur. Pandangan tersebut konsisten dengan sikapnya yang menolak stereotip terhadap pemain atau pelatih dari latar belakang tertentu.