Sengketa wilayah yang telah berlangsung selama beberapa dekade ini sebelumnya sempat memuncak pada Desember 2025. Bentrokan besar kala itu merenggut puluhan nyawa dan memaksa sekitar satu juta orang dari kedua belah pihak mengungsi.
Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Pertahanan Kamboja melalui juru bicaranya, Maly Socheata, masih menolak memberikan komentar terkait tuduhan serangan terbaru tersebut.