Home Internasional Inggris dan Prancis Sepakati Rencana Pengiriman Pasukan ke Ukraina usai Perjanjian Damai
Internasional

Inggris dan Prancis Sepakati Rencana Pengiriman Pasukan ke Ukraina usai Perjanjian Damai

Bagikan
Negosiasi Perang Ukraina
Bendera Ukraina, Image Neelam279 Pixabay.jpg
Bagikan

Peran Amerika Serikat dalam Skema Keamanan

Selain peran Inggris dan Prancis, Amerika Serikat tetap dipandang sebagai aktor kunci dalam proses pascaperang. Dalam pertemuan di Paris, sekutu Ukraina secara umum sepakat bahwa Washington akan memimpin pemantauan gencatan senjata apabila kesepakatan tercapai. Peran ini mencakup verifikasi kepatuhan kedua belah pihak terhadap perjanjian dan memastikan bahwa pelanggaran dapat ditangani secara cepat.

Perwakilan Amerika Serikat menegaskan bahwa jaminan keamanan yang kuat dan komitmen jangka panjang diperlukan agar perdamaian tidak bersifat sementara. Bagi Ukraina, keterlibatan Amerika Serikat memberikan rasa aman tambahan, terutama mengingat ketidakseimbangan kekuatan militer dengan Rusia.

Respons Rusia dan Isu Wilayah

Rusia menanggapi rencana pengiriman pasukan asing dengan peringatan keras. Moskow berulang kali menyatakan bahwa kehadiran pasukan asing di Ukraina akan dianggap sebagai target sah. Presiden Vladimir Putin diketahui menentang keras gagasan penempatan pasukan internasional, khususnya di wilayah yang masih disengketakan.

Hingga saat ini, Rusia menguasai sekitar 20 persen wilayah Ukraina, termasuk sebagian besar wilayah Donetsk dan hampir seluruh Luhansk. Isu wilayah menjadi salah satu hambatan terbesar dalam perundingan damai. Rusia menuntut penarikan penuh pasukan Ukraina dari kawasan Donbas, sementara Presiden Volodymyr Zelensky menegaskan bahwa Ukraina tidak bersedia menyerahkan wilayahnya.

Meskipun demikian, Zelensky sempat menyatakan bahwa kesepakatan damai disebut sudah mendekati tahap akhir. Namun, ia juga mengakui bahwa bagian paling sulit dari negosiasi adalah menentukan batas wilayah dan bentuk jaminan keamanan yang dapat diterima semua pihak.

Harapan dan Kekhawatiran di Ukraina

Bagi Ukraina, rencana pengiriman pasukan Inggris dan Prancis dipandang sebagai sinyal dukungan politik dan militer yang kuat. Zelensky menyebut hasil pertemuan di Paris sebagai langkah besar ke depan, meskipun ia mengingatkan bahwa kesepakatan tersebut belum menjamin berakhirnya perang. Ia menekankan bahwa perdamaian sejati hanya dapat tercapai jika Rusia juga menunjukkan komitmen nyata.

Di dalam negeri, Zelensky menghadapi tantangan untuk meyakinkan publik bahwa jalur diplomasi merupakan pilihan terbaik. Banyak warga Ukraina merasa sulit menerima kemungkinan kompromi teritorial, terutama di tengah serangan Rusia yang masih berlangsung terhadap kota-kota dan infrastruktur penting.

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

Gempa Kuat Guncang Lepas Pantai Sabah, Getaran Sampai ke Daratan

fin.co.id – Gempa kuat berkekuatan 7,1 magnitudo mengguncang lepas pantai negara bagian...

Hukum & KriminalInternasional

GEMBONG NARKOBA Tersohor Tewas, Meksiko jadi Ladang Pertumpahan Darah

Mereka mengeluarkan ponsel untuk merekam gelombang asap tebal yang mengaburkan pemandangan laut...

Internasional

Suriah Minta Penyerahan Bashar al-Assad untuk Diadili

“Peradilan Suriah tidak akan berdiam diri terhadap pelaku kejahatan mana pun, dan...

Internasional

Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 10 Orang, Termasuk Pejabat Senior Hizbullah

finnews.id – Setidaknya 10 orang tewas dan 50 luka-luka dalam serangan Israel...