Home Internasional Inggris dan Prancis Sepakati Rencana Pengiriman Pasukan ke Ukraina usai Perjanjian Damai
Internasional

Inggris dan Prancis Sepakati Rencana Pengiriman Pasukan ke Ukraina usai Perjanjian Damai

Bagikan
Negosiasi Perang Ukraina
Bendera Ukraina, Image Neelam279 Pixabay.jpg
Bagikan

finnews.id – Kesepakatan antara Inggris dan Prancis mengenai rencana pengiriman pasukan ke Ukraina menandai fase baru dalam upaya internasional mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak 2022. Dalam pertemuan para pemimpin sekutu di Paris, kedua negara menyatakan kesiapan untuk menempatkan pasukan di wilayah Ukraina apabila perjanjian damai dengan Rusia benar-benar disepakati. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan diperkuat oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang menilai langkah tersebut sebagai bagian dari jaminan keamanan jangka panjang bagi Ukraina.

Rencana ini muncul di tengah meningkatnya tekanan diplomatik terhadap semua pihak untuk mengakhiri konflik. Setelah hampir tiga tahun perang, Ukraina menghadapi kelelahan militer dan ekonomi, sementara Rusia tetap mempertahankan kendali atas sebagian wilayah timur Ukraina. Dalam konteks inilah, Inggris dan Prancis berupaya menawarkan kerangka keamanan pascaperang yang dinilai mampu mencegah terulangnya agresi berskala besar.

Deklarasi Niat dan Hasil Pertemuan di Paris

Dalam konferensi pers bersama usai pertemuan di Paris, Keir Starmer menyatakan bahwa Inggris dan Prancis telah menandatangani deklarasi niat terkait penempatan pasukan di Ukraina jika kesepakatan damai tercapai. Ia menekankan bahwa deklarasi tersebut membuka jalan bagi pembentukan kerangka hukum yang memungkinkan pasukan Inggris, Prancis, dan mitra lainnya beroperasi di wilayah Ukraina secara sah.

Starmer menjelaskan bahwa rencana tersebut mencakup pendirian pusat-pusat militer di berbagai wilayah Ukraina, dengan tujuan menjaga keamanan udara dan laut serta mendukung penguatan kembali angkatan bersenjata Ukraina. Emmanuel Macron menambahkan bahwa ribuan pasukan dapat dikerahkan sebagai bagian dari komitmen kolektif sekutu Eropa untuk menjaga stabilitas kawasan.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh para pemimpin negara dan pejabat tinggi dari Coalition of the Willing, sebuah kelompok negara yang menyatakan kesiapan mengambil peran aktif dalam menjaga perdamaian Ukraina. Mayoritas peserta pertemuan sepakat bahwa jaminan keamanan harus menjadi bagian integral dari setiap kesepakatan damai dengan Rusia.

Bagikan
Artikel Terkait
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy.
Internasional

Zelenskyy: Pembicaraan Lanjutan Ukraina dan AS Akan Bahas ‘Isu-isu Paling Sulit’

finnews.id – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengatakan, pembicaraan lebih lanjut antara tim...

Internasional

PBB Tuduh Israel Terapkan ‘Apartheid’ di Tepi Barat

finnews.id – PBB menyatakan diskriminasi dan segregasi terhadap warga Palestina oleh Israel...

Internasional

AS Sita Kapal Tanker Berbendera Rusia yang Terkait dengan Venezuela

finnews.id – Amerika Serikat (AS) menyita sebuah kapal tanker minyak berbendera Rusia...

Panglima militer Iran, Jenderal Amir Hatami.
Internasional

Panglima Militer Iran Akan Balas Ancaman Trump dan Netanyahu

finnews.id – Panglima militer Iran, Jenderal Amir Hatami menegaskan, Iran tidak akan...