finnews.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan tengah membahas berbagai opsi untuk mengakuisisi Greenland, termasuk kemungkinan menggunakan kekuatan militer, menurut pernyataan Gedung Putih. Greenland merupakan wilayah semi-otonom yang berada di bawah Kerajaan Denmark dan termasuk anggota NATO. Langkah ini disebut sebagai prioritas keamanan nasional bagi AS, meski menimbulkan kekhawatiran internasional dan ketegangan diplomatik.
Latar Belakang dan Alasan AS Tertarik
Ketertarikan AS terhadap Greenland terkait dengan posisi strategis pulau ini di Kutub Utara dan potensi sumber daya alamnya, termasuk mineral langka. Mencairnya es di wilayah Arktik membuka kemungkinan jalur perdagangan baru yang memiliki nilai strategis tinggi. Trump menekankan bahwa kepemilikan Greenland penting untuk keamanan nasional, sementara pejabat AS menyebut opsi yang dipertimbangkan termasuk pembelian langsung atau kesepakatan khusus dengan Denmark.
Reaksi Denmark dan Negara Eropa
Rencana Trump mendapatkan penolakan tegas dari Denmark dan beberapa negara Eropa. Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, menyatakan bahwa setiap serangan atau akuisisi paksa akan mengancam eksistensi NATO. Sejumlah pemimpin Eropa dari Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Polandia, dan Spanyol menekankan bahwa masa depan Greenland hanya bisa diputuskan oleh Denmark dan rakyat Greenland sendiri, dengan tetap menghormati prinsip kedaulatan dan integritas wilayah sebagaimana tercantum dalam Piagam PBB.
Perspektif Warga Greenland
Mayoritas warga Greenland menolak ide menjadi bagian dari Amerika Serikat. Greenland memiliki pemerintahan sendiri sejak 1979, meski urusan pertahanan dan kebijakan luar negeri tetap di bawah Denmark. Warga lokal khawatir rencana AS akan mengancam kedaulatan mereka dan menciptakan ketidakpastian politik. Beberapa warga menilai pernyataan AS yang menganggap Greenland “bisa diklaim” sebagai hal yang menakutkan.
Kepentingan Strategis dan Keamanan
Selain faktor politik, AS menekankan kepentingan keamanan dan pengawasan di kawasan Arktik. Dengan meningkatnya aktivitas Rusia dan China di wilayah ini, AS melihat Greenland sebagai titik strategis untuk pertahanan dan pengaruh geopolitik. Beberapa pejabat menyatakan bahwa semua opsi akan dibahas melalui jalur diplomasi, meski militer tetap menjadi alat yang tersedia bagi Presiden AS jika diperlukan.