Namun, posisi AS tetap teguh. Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyatakan Maduro hanyalah seorang buronan keadilan yang telah lama masuk dalam radar hukum Amerika.
AS tidak lagi mengakui Maduro sebagai pemimpin sah sejak pemilihan yang dianggap curang pada 2019 dan Juli 2024. Sehingga status kekebalannya dianggap gugur.
Jaksa dari Distrik Selatan New York tidak main-main dalam menyusun tuntutan. Maduro menghadapi kombinasi dakwaan yang bisa mengurungnya seumur hidup, di antaranya:
- Konspirasi narco-terorisme berskala internasional.
- Konspirasi untuk mengimpor kokain ke wilayah Amerika Serikat.
- Kepemilikan dan konspirasi kepemilikan senapan mesin untuk mendukung perdagangan narkoba.
Strategi jaksa yang menggabungkan tuduhan senjata api dengan narkotika sering kali digunakan untuk memastikan hukuman penjara yang paling maksimal bagi terdakwa kelas atas.
Daftar Terdakwa Lain dalam Pusaran Kasus
Maduro tidak sendirian dalam surat dakwaan federal tersebut. Ada enam nama besar lainnya yang kini dibidik oleh sistem peradilan AS, yang menggambarkan betapa luasnya jaringan yang diduga dikelola oleh rezimnya:
- Nicolás Maduro Guerra (Nicolásito): Putra kandung Maduro.
- Cilia Flores: Istri Maduro yang bersikeras menyebut dirinya “Ibu Negara Republik Venezuela” di depan hakim.
- Diosdado Cabello Rondón: Menteri Dalam Negeri dan Keamanan.
- Héctor Guerrero Flores: Bos geng kriminal Tren de Aragua yang kini diklasifikasikan sebagai organisasi teroris asing oleh AS.
- Ramón Rodríguez Chacín: Mantan menteri penting dalam kabinet Maduro.
- Gugatan kekebalan hukum kepala negara internasional
- Headline
- Kasus impor kokain federal AS Maduro
- Korupsi Narco-terorisme Maduro
- Legalitas penculikan militer Nicolás Maduro
- Nicolas Maduro
- Nicolás Maduro melawan
- Penangkapan Delta Force
- Pengacara pembela kriminal federal New York
- Sidang Nicolás Maduro Manhattan
- Update kondisi Cilia Flores di penjara AS