Home Internasional PETA BERUBAH! Kudeta Hukum atau Penegakan Hukum? Venezuela Berguncang Pasca Penangkapan Nicolas Maduro
Internasional

PETA BERUBAH! Kudeta Hukum atau Penegakan Hukum? Venezuela Berguncang Pasca Penangkapan Nicolas Maduro

Bagikan
Venezuela Berguncang Pasca Penangkapan Nicolas Maduro
Venezuela Berguncang Pasca Penangkapan Nicolas Maduro
Bagikan

Finnews.id – Peta politik Venezuela berubah drastis dalam suasana mencekam. Delcy Rodríguez, Wakil Presiden sejak 2018, secara resmi dilantik sebagai Presiden Interim oleh parlemen negara itu.

Pelantikan ini terjadi di tengah badai diplomatik dunia, dipicu oleh operasi pasukan Amerika Serikat yang menangkap pemimpin yang digulingkan, Nicolás Maduro, bersama istrinya.

Krisis ini memicu sidang darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Venezuela, melalui Duta Besarnya Samuel Moncada, mengecam keras aksi AS sebagai serangan bersenjata tidak sah yang tidak memiliki dasar hukum apa pun.

Di sisi lain, Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, membela tindakan tersebut.

“Cadangan energi terbesar di dunia tidak dapat dibiarkan berada di tangan pemimpin yang tidak sah dan buronan keadilan,” tegas Waltz yang menyebut Maduro sebagai presiden so-called yang tidak sah.

Ia menyatakan operasi penangkapan itu sebagai operasi penegakan hukum yang bersifat bedah (surgical).

Sementara perang kata-kata terjadi di PBB, di Caracas, Delcy Rodríguez menyatakan kesedihan dan kemarahannya. Ia menyebut penahanan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, sebagai sebuah “penculikan”.

Drama di Pengadilan New York

Dua jam sebelum pelantikan Rodríguez, suasana teateris terjadi di ruang sidang Pengadilan Distrik New York.

Nicolás Maduro, dengan tangan diborgol, menyatakan tidak bersalah atas empat dakwaan berat yang menjeratnya, mulai dari konspirasi narco-terorisme hingga kepemilikan senjata.

Di tengah sidang yang berlangsung sekitar 30 menit itu, terjadi insiden dramatis. Seorang pengunjung sidang berteriak dalam bahasa Spanyol Maduro akan “membayar” atas perbuatannya. Maduro langsung membalas.

“Saya orang yang terhormat. Saya masih presiden negara saya,” seru Maduro dengan lantang. Ia juga menyebut dirinya sebagai “presiden yang diculik” serta “tawanan perang.”

Pernyataan tersebut diinterupsi oleh Hakim Distrik AS Alvin Hellerstein (92) yang mengatakan akan ada “waktu dan tempat” untuk membahas semua klaim itu. Usai sidang, Maduro dan istrinya digiring keluar melalui pintu belakang pengadilan.

Bagikan
Artikel Terkait
Panglima militer Iran, Jenderal Amir Hatami.
Internasional

Panglima Militer Iran Akan Balas Ancaman Trump dan Netanyahu

finnews.id – Panglima militer Iran, Jenderal Amir Hatami menegaskan, Iran tidak akan...

Internasional

Wanita Ini Menang Lotere Rp 34 Miliar, Sebagian Besar Uangnya Disumbangin

Keputusan spontan untuk membeli tiket lotere di North Carolina membawa keberuntungan besar...

Donald Trump
Internasional

AS Bahas Akuisisi Greenland

finnews.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan tengah membahas berbagai opsi...

Internasional

Terungkap, Bar di Resor Ski Swiss Tak Diperiksa Lima Tahun sebelum Kebakaran Maut

finnews.id – Peristiwa kebakaran maut yang mengguncang kawasan resor ski Crans-Montana, Swiss,...