Finnews.id – Amerika Serikat (AS) mulai membuka peluang pemulihan hubungan diplomatik dengan Venezuela. Ini setelah pemerintahan Presiden Donald Trump menyatakan tengah mengkaji kemungkinan membuka kembali Kedutaan Besar AS di Caracas.
Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam kebijakan luar negeri Washington terhadap Caracas setelah bertahun-tahun membekukan hubungan resmi.
Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS menyebut persiapan awal sudah mulai dilakukan, meski keputusan final sepenuhnya berada di tangan Presiden Trump.
“Sesuai arahan Presiden, kami sedang menyiapkan opsi yang memungkinkan pembukaan kembali kedutaan jika keputusan tersebut diambil,” kata pejabat tersebut kepada Anadolu Agency, pada Senin, 5 Januari 2026.
Pejabat tersebut menegaskan bahwa proses perencanaan masih berada pada tahap awal dan belum ada kepastian mengenai waktu maupun mekanisme pembukaan kembali perwakilan diplomatik AS di Venezuela.
Hal senada juga disampaikan Presiden Trump saat ditanya wartawan di dalam pesawat Air Force One.
Ia tidak memberikan jawaban tegas, namun mengakui opsi tersebut sedang dipertimbangkan. “Kami sedang mempertimbangkannya,” ujar Trump singkat.
Sejarah Penutupan Kedutaan AS di Venezuela
Sebagai catatan, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Caracas ditutup sejak 2019, ketika pemerintahan Trump secara resmi mengakui tokoh oposisi Juan Guaidó sebagai presiden sementara Venezuela.
Washington kala itu juga menolak hasil pemilihan ulang Nicolás Maduro pada 2018 yang dinilai tidak demokratis.
Sejak penutupan tersebut, seluruh urusan diplomatik dan layanan konsuler AS untuk warga Venezuela dialihkan ke Kedutaan Besar AS di Kolombia.
Wacana pembukaan kembali kedutaan ini mencuat di tengah perkembangan besar dalam hubungan AS–Venezuela.
Pada akhir pekan lalu, operasi militer Amerika Serikat dilaporkan berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro di Caracas, sebelum ia dipindahkan ke New York.
Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, telah menjalani proses hukum di Amerika Serikat.