finnews.id – Jumlah korban jiwa akibat banjir bandang yang melanda Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, terus bertambah. Hingga data sementara yang dirilis aparat, bencana tersebut telah merenggut nyawa 14 orang, sementara satu warga masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian intensif.
Kapendam XIII/Merdeka, Kolonel Inf Daniel E. S. Lalawi, mengatakan selain korban meninggal, 25 orang lainnya mengalami luka-luka dengan beragam tingkat keparahan.
“Korban luka telah mendapatkan penanganan medis, sementara pencarian terhadap satu korban hilang masih terus dilakukan,” ujar Daniel di Manado, Senin.
Puluhan Keluarga Mengungsi
Banjir bandang juga memaksa 35 kepala keluarga atau 108 jiwa mengungsi ke sejumlah lokasi aman yang telah disiapkan pemerintah daerah. Arus deras yang membawa material lumpur, batu, dan kayu menghantam permukiman warga, menyebabkan kerusakan besar.
Data sementara mencatat 64 unit rumah mengalami kerusakan berat dan ringan, sementara 21 rumah lainnya dilaporkan hilang akibat terseret arus banjir.
Tak hanya itu, beberapa ruas jalan utama tertutup material longsoran sehingga akses kendaraan roda dua dan roda empat terputus, menghambat mobilitas warga dan distribusi bantuan.
Sebagai respons cepat, Kodam XIII/Merdeka langsung mengerahkan personel ke wilayah terdampak. Dandim 1301/Sangihe memerintahkan Danramil 1301-02/Siau beserta personel untuk turun langsung membantu evakuasi korban, pencarian warga hilang, serta penanganan darurat bersama Polri dan pemerintah daerah.
Kodam juga menyiapkan dua peleton personel TNI dari unsur satuan tempur, bantuan tempur, balak, hingga Bekangdam. Dukungan logistik berupa truk, tenda pengungsian, perlengkapan lapangan, pailbad, dan aldurlap turut disiagakan untuk membantu para pengungsi.
Pergeseran pasukan dan logistik direncanakan menggunakan Kapal Feri Lokon Banua milik Pemda Sitaro melalui Dermaga PSDP Bitung, dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca dan faktor keselamatan.
Penyebab Banjir Bandang
Banjir bandang melanda Pulau Siau pada Senin dini hari sekitar pukul 02.45 Wita, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 02.00 Wita tanpa henti. Curah hujan tinggi menyebabkan air dari perbukitan meluap dan membawa material alam ke kawasan permukiman.
Sejumlah wilayah terdampak cukup parah, antara lain Kelurahan Bahu (Siau Timur), Kampung Laghaeng dan Batusenggo (Siau Barat Selatan), Kampung Peling dan Bumbiha (Siau Barat), serta Kelurahan Paseng (Siau Barat).
Aparat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca di wilayah tersebut masih berpotensi hujan. Proses pendataan korban dan kerusakan masih terus berlangsung seiring upaya pemulihan darurat.
Banjir bandang ini menjadi salah satu bencana terparah yang melanda Pulau Siau dalam beberapa tahun terakhir, meninggalkan duka mendalam bagi warga dan pemerintah setempat.