Home Uncategorized Dinkes DIY: Satu Kasus Super Flu Merupakan Temuan Lama, Warga Tak Perlu Panik
Uncategorized

Dinkes DIY: Satu Kasus Super Flu Merupakan Temuan Lama, Warga Tak Perlu Panik

Bagikan
Kasus super flu di DIY
Dinkes DIY pastikan satu kasus super flu H5N3 adalah temuan lama sejak September 2025. Tren kasus justru menurun dan masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada.Foto:
Bagikan

Finnews.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meminta masyarakat agar menyikapi munculnya laporan kasus “super flu” secara tenang dan tidak panik berlebihan. Berdasarkan data resmi, temuan virus influenza tersebut merupakan kasus lama yang terdeteksi pada September 2025 dan hingga kini tidak menunjukkan tren peningkatan kasus.

Kepala Dinkes DIY, Gregorius Anung Trihadi, menjelaskan bahwa virus yang dimaksud adalah influenza subtipe H5N3. Secara klinis, gejala virus ini menyerupai influenza pada umumnya, seperti demam, batuk, pilek, nyeri badan, hingga pusing. Anung menegaskan bahwa tingkat fatalitas virus ini sangat rendah dan berbeda jauh dengan karakteristik COVID-19.

Hasil Pantauan Menunjukkan Tren Penurunan
Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan melalui sistem surveilans di berbagai fasilitas kesehatan. Data mingguan menunjukkan bahwa jumlah kasus influenza di DIY justru mengalami penurunan, termasuk pada laporan minggu ke-51 tahun lalu.

“Kasus itu terjadi September pada kelompok anak-anak. Dari pemantauan kami, angka kasus flu malah turun setiap minggunya. Artinya, tidak ada transmisi atau penularan lanjutan di tengah masyarakat,” ujar Anung di Yogyakarta, Selasa 6 Januari 2026.

Mekanisme Pengawasan Ketat di Puskesmas dan RS
Dinkes DIY membagi sistem pengawasan dalam dua kategori utama:

Puskesmas Sentinel: Memantau kasus influenza-like illness (ILI) dengan gejala ringan.

RSUP Dr. Sardjito: Menangani kasus severe acute respiratory infection (SARI) atau gejala berat sebagai rumah sakit rujukan.

Petugas mengambil sampel melalui metode usap hidung, lalu mengirimkannya ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan di Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. Melalui mekanisme ini, Kementerian Kesehatan mendeteksi hasil positif H5N3 pada sampel bulan September tersebut.

Mengingat masa inkubasi influenza yang umumnya berlangsung 14 hari, tidak adanya lonjakan kasus baru membuktikan bahwa rantai penularan tidak meluas. Meski begitu, Anung tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh dan konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna meminimalisir risiko penularan penyakit musiman.

Bagikan
Artikel Terkait
Uncategorized

Darren Fletcher Minta Restu Sir Alex Ferguson sebelum Jadi Manajer Interim MU

finnews.id – Keputusan penting selalu memiliki makna khusus dalam sejarah Manchester United,...

Masakan Sederhana Sehari-hari
Uncategorized

Para Ahli Ungkap Daftar Makanan yang Bikin Bau Keringat Jadi Lebih Memikat

finnews.id – Bau keringat manusia bukan semata akibat kebersihan atau genetika, melainkan...

Mencari Korban Longsor Jatinangor
Uncategorized

Longsor di Jatinangor Sumedang, 3 Pekerja Proyek Konstruksi Tewas, 3 Masih Dicari

finnews.id – Tim Search and Rescue (SAR) gabungan terus melakukan pencarian terhadap...

Uncategorized

Dominasi BYD di Pasar Mobil Listrik Global Mengalahkan Tesla

finnews.id – Penjualan mobil listrik global mengalami perubahan signifikan ketika perusahaan China,...