Finnews.id – Keluarga besar pelatih sepak bola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, akhirnya melakukan prosesi kremasi bagi mendiang Fernando dan putrinya yang berusia 12 tahun di Bali. Langkah ini diambil mengingat kondisi jenazah yang tidak memungkinkan untuk disimpan lebih lama sebelum perjalanan jauh ke negara asal mereka.
Ketua DPC Gabungan Pengusaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (Gahawisri) Labuan Bajo, Budi Widjaja, mengonfirmasi bahwa prosesi kremasi tersebut telah terlaksana. Sebagai pendamping keluarga selama di Labuan Bajo, Budi menjelaskan bahwa pihak keluarga berencana memboyong abu jenazah keduanya menuju Spanyol dalam waktu dekat.
Kronologi Penemuan Korban di Perairan Komodo
Tragedi ini bermula dari kecelakaan kapal yang menimpa keluarga tersebut di kawasan Taman Nasional Komodo. Tim pencari menemukan jenazah putri Fernando lebih awal, tepatnya pada 29 Desember 2025, saat jasadnya mengapung di perairan Pulau Serai. Jenazah sang putri kemudian diberangkatkan menuju Bali pada 31 Desember untuk penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, jasad Martin Carreras Fernando baru ditemukan petugas pada Minggu, 4 Januari 2026. Petugas menemukan posisinya mengapung di perairan Pulau Rinca, tidak jauh dari titik awal kapal tenggelam. Sebelum dikirim ke Bali untuk proses kremasi bersama anaknya, jenazah pelatih kawakan ini sempat dititipkan di RSUD Komodo Labuan Bajo.
Pemulangan abu jenazah ini menandai akhir dari upaya pencarian dan evakuasi panjang di perairan Labuan Bajo. Pihak berwenang dan keluarga kini fokus pada proses administrasi untuk membawa pulang sisa abu mendiang ke Negeri Matador guna penghormatan terakhir dari kerabat dan klub Valencia CF.
- berita duka
- kecelakaan kapal
- kecelakaan kapal wisatawan Spanyol di Labuan Bajo
- Kronologi penemuan jenazah pelatih Valencia CF di Pulau Rinca
- Labuan Bajo
- Martin Carreras Fernando
- pemulangan abu jenazah Martin Carreras Fernando
- proses kremasi keluarga Martin Carreras di Bali
- Spanyol
- Taman Nasional Komodo
- Valencia CF