finnews.id – Media sosial di Kabupaten Kudus kembali dihebohkan dengan beredarnya sebuah video diduga bermuatan asusila yang dikaitkan dengan oknum pegawai RSUD dr Loekmono Hadi Kudus. Video tersebut viral dan menuai perhatian publik karena menyeret nama lingkungan pelayanan publik.
Sebuah video asusila yang diduga dilakukan oleh oknum pegawai BLUD RSUD dr Loekmono Hadi Kudus beredar luas di platform media sosial.
Video hitam putih dengan durasi 50 detik tersebut merupakan rekaman CCTV, memperlihatkan adegan seorang lelaki dan perempuan yang sedang berpelukan serta berciuman.
Videonya seketika menjadi viral setelah diunggah oleh berbagai akun media sosial, satu di antaranya adalah akun Tiktok @ketutdewi_99.
Dalam keterangan di unggahan tersebut dilengkapi dengan keterangan bahwa orang yang ada di dalam video tersebut diduga “Dugaan aksi tidak senonoh oknum pegawai BLUD RSUD dr Loekmono Hadi Kudus,” tulis keterangan video dalam akun @ketutdewi_99.
Dalam video yang diunggah tersebut direkam dari sebuah layar yang menampilkan rekaman closed circuit television (CCTV). Di sudut bawah terdapat penanda berupa tulisan RMH TNGGA.
Video yang diunggah akun @ketutdewi_99 ini mendapatkan respons Like dari 1.221 netizen dan juga sudah dibagikan sebanyak 143 kali.
Perlu diketahui sebelumnya, fitur komentar di video tersebut sudah dinonaktifkan sehingga tidak ada komentar yang terpenting di sana.
Narasi yang menyertai video menyoroti dugaan pelanggaran etika dan moral oleh oknum pegawai BLUD RSUD dr Loekmono Hadi Kudus. Rumah sakit diposisikan sebagai ruang pelayanan publik yang menuntut standar perilaku profesional, empati, dan penghormatan terhadap pasien serta lingkungan kerja.
Menanggapi viralnya video tersebut, Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, dr Abdul Hakam, menyatakan pihaknya segera mengambil langkah internal. Ia menyebutkan manajemen akan menggelar rapat khusus untuk membahas persoalan yang dinilai meresahkan masyarakat.
Hakam menegaskan, pihaknya belum dapat memastikan kebenaran rekaman yang beredar, termasuk asal video dan identitas dua orang yang terekam.