finnews.id – Tragedi kebakaran yang terjadi di sebuah bar bawah tanah di resor ski Crans-Montana, Swiss, menjadi salah satu insiden paling mematikan di negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Otoritas kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa seluruh korban jiwa telah berhasil teridentifikasi. Total korban meninggal mencapai 40 orang, dengan rentang usia antara 14 hingga 39 tahun. Fakta ini menimbulkan keprihatinan mendalam karena sebagian besar korban merupakan remaja dan dewasa muda yang tengah merayakan malam Tahun Baru.
Sebagai bentuk penghormatan dan solidaritas nasional, pemerintah Swiss menetapkan tanggal 9 Januari sebagai hari berkabung nasional. Keputusan ini mencerminkan dampak sosial yang luas dari peristiwa tersebut, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi masyarakat Swiss secara keseluruhan. Dalam pernyataan resmi, otoritas menyampaikan bahwa tidak semua identitas korban diumumkan ke publik demi menghormati privasi dan perasaan keluarga yang ditinggalkan.
Korban dari Berbagai Negara dan Dampak Internasional
Korban kebakaran berasal dari berbagai kewarganegaraan, termasuk Swiss, Italia, Prancis, Rumania, Turki, Portugal, Belgia, serta warga negara Inggris dan Israel. Keragaman latar belakang korban menunjukkan bahwa Crans-Montana sebagai resor ski internasional menarik pengunjung dari berbagai negara, khususnya kalangan muda.
Sejumlah pemerintah asing turut menyampaikan belasungkawa resmi dan bekerja sama dengan otoritas Swiss untuk memastikan proses identifikasi serta pemulangan jenazah berjalan lancar. Menteri luar negeri beberapa negara juga mengonfirmasi bahwa warganya termasuk dalam daftar korban, menegaskan bahwa tragedi ini memiliki dimensi internasional yang signifikan.
Luka Bakar Parah dan Tantangan Medis
Selain korban meninggal, sebanyak 119 orang dilaporkan mengalami luka-luka, sebagian besar berupa luka bakar berat. Enam korban mengalami kondisi yang sangat serius hingga identitas mereka sempat tertunda. Penanganan medis luka bakar skala besar memerlukan fasilitas khusus, termasuk unit perawatan intensif luka bakar dan dukungan psikologis jangka panjang.
Dalam literatur medis modern, luka bakar derajat tinggi sering kali menimbulkan komplikasi sistemik, seperti infeksi, kegagalan organ, dan trauma psikologis pascakejadian. Penanganan cepat dan terkoordinasi menjadi faktor kunci dalam meningkatkan peluang keselamatan korban, sebuah prinsip yang telah lama ditegaskan dalam riset medis internasional tentang manajemen bencana kebakaran massal.