Finnews.id – Gelombang protes melanda depan Gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Madrid, Spanyol, pada Minggu 4 Januari 2025. Ratusan massa berkumpul untuk menyuarakan penolakan keras atas tindakan militer Washington yang melakukan operasi penangkapan paksa terhadap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Para pengunjuk rasa menganggap langkah Amerika Serikat sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional. Mereka membawa berbagai atribut serta mengibarkan bendera sebagai simbol solidaritas untuk kedaulatan negara Amerika Latin tersebut. Polisi Nasional Spanyol dan Garda Sipil memperketat pengamanan di sekitar lokasi untuk mencegah eskalasi massa.
Suara Penolakan dari Madrid
Orlando Salas, seorang warga Venezuela yang telah tinggal di Spanyol selama enam tahun, menyatakan bahwa serangan AS akan meninggalkan luka mendalam bagi rakyat Venezuela. Menurutnya, klaim AS untuk memperbaiki keadaan justru memperparah situasi dalam negeri yang berdaulat.
Aksi ini juga mendapat dukungan dari kekuatan politik sayap kiri Spanyol. Pemimpin partai Podemos, Ione Belarra, mendesak Pemerintah Spanyol dan Uni Eropa untuk bertindak tegas. Ia meminta lembaga internasional meninjau kembali hubungan diplomatik dengan Washington pasca peristiwa ini.
“Ini bukan sekadar dukungan untuk tokoh politik tertentu, melainkan penolakan terhadap kekerasan lintas wilayah. Setiap bangsa berhak menentukan masa depan sendiri tanpa tekanan militer luar,” tegas Eric Briceno, seorang peserta aksi asal Kuba yang mengkhawatirkan preseden berbahaya bagi kawasan Amerika Latin.
Operasi Militer dan Korban Jiwa di Caracas
Ketegangan ini berawal saat Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa pasukan khusus Delta Force telah melakukan operasi besar di Venezuela. Operasi tersebut berhasil menangkap Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, di kediaman mereka. Media internasional melaporkan adanya rentetan ledakan di ibu kota Caracas yang mengiringi jalannya penyerbuan tersebut.
Laporan dari The New York Times menyebutkan sedikitnya 40 orang tewas, mencakup personel militer dan warga sipil dalam baku tembak tersebut. Pasca penangkapan, otoritas AS membawa Maduro menuju New York untuk menghadapi persidangan federal yang dijadwalkan pada Senin (5/1). Trump sempat membagikan bukti berupa foto Maduro yang berada di atas kapal perang USS Iwo Jima guna menjawab keraguan publik internasional.
- Amerika Serikat
- dampak serangan militer AS ke Venezuela
- Demo Penolakan Militer AS Venezuela
- Demonstrasi Madrid
- Donald Trump
- hukum internasional
- Intervensi Militer
- kabar terbaru penangkapan Nicolas Maduro
- Krisis Politik
- Nicolas Maduro
- pBB
- profil partai Podemos protes AS
- reaksi internasional intervensi militer Amerika
- Spanyol
- Unjuk rasa kedutaan AS di Madrid
- Venezuela