Home Internasional Korea Selatan di Persimpangan Tiga Kekuatan Besar Asia Timur
Internasional

Korea Selatan di Persimpangan Tiga Kekuatan Besar Asia Timur

Bagikan
Korea Selatan, Image: Big_Heart / Pixabay
Bagikan

Amerika Serikat dan Fondasi Aliansi Keamanan

Aliansi dengan Amerika Serikat telah menjadi pilar utama kebijakan luar negeri Korea Selatan sejak Perang Korea. Kehadiran pasukan AS di wilayah Korea Selatan dan kerja sama pertahanan yang erat memberikan jaminan keamanan terhadap ancaman dari Korea Utara. Dalam beberapa tahun terakhir, kerja sama tersebut semakin diperkuat melalui pengembangan teknologi pertahanan dan koordinasi strategis di kawasan Indo-Pasifik.

Namun, kedekatan dengan Washington juga membawa konsekuensi diplomatik. China kerap memandang Korea Selatan sebagai bagian dari strategi penahanan Amerika Serikat di Asia Timur. Oleh karena itu, setiap langkah Seoul untuk mempererat hubungan keamanan dengan AS berpotensi menimbulkan ketegangan dengan Beijing. Kondisi ini mempertegas posisi Korea Selatan sebagai negara yang harus terus menyeimbangkan komitmen aliansi dan kepentingan regionalnya.

Diplomasi Keseimbangan sebagai Strategi Bertahan

Para pakar hubungan internasional menyebut pendekatan Korea Selatan sebagai diplomasi keseimbangan atau hedging strategy. Pendekatan ini bertujuan menjaga hubungan fungsional dengan semua kekuatan besar tanpa terjebak dalam blok geopolitik tertentu. Dalam pernyataannya di Beijing, Lee Jae Myung menyebut kunjungannya sebagai “titik awal baru” untuk memulihkan dan meningkatkan hubungan Korea–China, sebuah pernyataan yang mencerminkan pendekatan pragmatis tersebut.

Dari perspektif China, kesediaan Xi Jinping bertemu Lee juga menunjukkan kebutuhan Beijing akan mitra regional yang stabil di tengah meningkatnya tekanan diplomatik. Hal ini memperlihatkan bahwa hubungan Korea Selatan dan China bersifat saling membutuhkan, meskipun tidak selalu selaras secara strategis.

Kesimpulan: Relevansi Diplomasi Korea Selatan dalam Konteks Global

Korea Selatan di Persimpangan Tiga Kekuatan Besar Asia Timur menggambarkan realitas diplomasi modern yang semakin kompleks. Dalam dunia yang ditandai oleh rivalitas kekuatan besar, negara menengah seperti Korea Selatan memainkan peran penting sebagai penyeimbang dan mediator tidak langsung. Pendekatan berbasis kepentingan nasional, diplomasi ekonomi, dan komitmen keamanan menjadi fondasi utama strategi Seoul.

Dari sudut pandang ilmu hubungan internasional, langkah Korea Selatan sejalan dengan teori realisme defensif yang menekankan stabilitas dan kelangsungan negara melalui keseimbangan kekuatan. Fakta empiris menunjukkan bahwa pendekatan ini memungkinkan Korea Selatan mempertahankan pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keamanan nasional. Dengan demikian, posisi Korea Selatan di antara China, Jepang, dan Amerika Serikat bukan sekadar tantangan, tetapi juga peluang strategis dalam membentuk stabilitas Asia Timur di masa depan.

Bagikan
Artikel Terkait
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy.
Internasional

Zelenskyy: Pembicaraan Lanjutan Ukraina dan AS Akan Bahas ‘Isu-isu Paling Sulit’

finnews.id – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengatakan, pembicaraan lebih lanjut antara tim...

Internasional

PBB Tuduh Israel Terapkan ‘Apartheid’ di Tepi Barat

finnews.id – PBB menyatakan diskriminasi dan segregasi terhadap warga Palestina oleh Israel...

Internasional

AS Sita Kapal Tanker Berbendera Rusia yang Terkait dengan Venezuela

finnews.id – Amerika Serikat (AS) menyita sebuah kapal tanker minyak berbendera Rusia...

Panglima militer Iran, Jenderal Amir Hatami.
Internasional

Panglima Militer Iran Akan Balas Ancaman Trump dan Netanyahu

finnews.id – Panglima militer Iran, Jenderal Amir Hatami menegaskan, Iran tidak akan...