finnews.id – Peristiwa pembunuhan anak politisi PKS di Cilegon, menjadi salah satu peristiwa yang menggemparkan masyarakat dan media sosial.
Anak Politisi PKS Cilegon Maman Suherman, Muhammad Axel Herman Miller rupanya sempat mengucapkan sesuatu pada pelaku sebelum dibunuh.
Ucapan itu bahkan membuat pelaku yang berinisial AH (30), murka dan malah makin menusuk korban.
Dirreskrimum Polda Banten, AKBP Dian Setyawan mengatakan, pelaku insial AH itu merupakan pegawai operator produksi di PT.CA.
“Warga Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan,” kata AKBP Dian Setyawan saat konferensi pers, Senin (5/1/2026).
Motif Ekonomi
Menurut Dian, AH nekat melakukan aksinya karena motif ekonomi.
Padahal AH diketahui sedang menderita sakit kanker stadium dua.
“Dia sebelumnya sempat bermain saham cripto modal awal Rp 400 juta dari tabungan bersama dengan istri, dapat untung Rp 4M,” kata AKBP Dian.
Namun rupanya AH yang serakah itu merasa tidak puas dengan hasil yang sudah ia dapatkan.
“Karena belum puas kemudian dimainkan lagi sehingga kalah,” ujarnya.
Bahkan karena sudah diliputi keserakahan, ia nekat meminjam uang ke mana-mana untuk bermain kripto lagi.
“Pinjam uang di Bank Mandiri Rp 700 juta, koperasi kantor Rp 70 juta, pinjol Rp 50 juta. Tujuan untuk main kripto lagi, tapi kalah lagi,” kata Dian.
Ia juga mengungkap kalau pelaku AH menderita penyakit kanker.
“Dari 2020 yang bersangkutan menderita cancer nasofari stadium 3, rutin tiap minggu kontrol kemotherapi di RS S daerah Semanggi,” katanya.
Hal itu, kata dia, mendorong pelaku untuk melakukan tindakan pidana.
“Sempat chat ke istrinya, apabila keadaan semakin amblas, yang bersangkutan akan melakukan tindak kriminal,” ucap Dian.
Namun saat itu sang istri menjawab ‘Astaghfirullah’.
“Ini chat pada 16 pagi pukul 09.00 sebelum kejadian di BBS yakni pada pukul 13.00,” kata AKBP Dian Setyawan lagi.
Korban dipilih acak
Pelaku melakukan aksinya secara acak ke rumah-rumah di kawasan elite.
Saat hujan lebat, ia memencet bel di rumah korban sebanyak empat kali.