finnews.id – Suasana duka menyelimuti Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara. Hujan deras yang mengguyur sejak dini hari memicu banjir bandang dahsyat yang menghantam permukiman warga di Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur, pada Senin (5/1) pukul 02.30 WITA.
Bencana yang datang saat warga sedang terlelap ini mengakibatkan enam orang meninggal dunia, sementara pencarian terus dilakukan terhadap warga yang masih dinyatakan hilang.
Data Korban dan Kerusakan
Pemerintah Kabupaten Sitaro melalui Kabag Prokopim, Deddy Passandaran, merilis data sementara mengenai dampak bencana ini:
Korban Meninggal Dunia:
- Ratmon Bangsa
- Fardelin Tamalonggehe
- Yance Tamalonggehe
- Lorensi Bawolce
- Yoan Bangsa
- Santi Diamanis
Warga dalam Pencarian (Hilang):
- Swinggli Dalending
- Adris Pianaung
- Leon Pianaung
- Kairi Kansil (Bayi)
“Selain korban jiwa, lima rumah dilaporkan hilang tersapu arus. Saat ini kami fokus pada evakuasi warga luka-luka dan pencarian korban yang belum ditemukan,” ujar Deddy mewakili Bupati Sitaro, Cinthya Ingrid Kalangit.
Kondisi Terkini Pengungsi
Hingga saat ini, sebanyak 35 Kepala Keluarga (108 jiwa) terpaksa meninggalkan rumah mereka. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap:
- Titik Awal: Kantor Kelurahan Bahu.
- Titik Relokasi: Museum Kelurahan Tarorane (untuk penanganan lebih lanjut).
Akses jalan yang menghubungkan Kelurahan Bahu dan Pangirolong (jalur utama Siau Timur ke Siau Timur Selatan) saat ini lumpuh total akibat tertutup material banjir, mempersulit mobilitas bantuan ke lokasi terdampak.
Tim gabungan dilaporkan masih berada di lokasi untuk melakukan pembersihan material dan mencari korban hilang, terutama perhatian besar tertuju pada pencarian bayi Kairi Kansil. Empat warga yang mengalami luka-luka (Dhea Pinamagun, Marlis Sangili, Onal Kansil, dan Abo Pandaeng) telah mendapatkan perawatan medis.