Acara dilanjutkan dengan pentas seni mulai pukul 10.30 WIB hingga pukul 11.00 WIB ketika kegiatan resmi berakhir. Suasana penuh khidmat dan kegembiraan, dengan peserta bujang dan cuwene mengenakan pakaian adat tradisional lengkap dengan hiasan bunga di kepala.
Tradisi Ngarot sendiri memiliki makna mendalam sebagai ungkapan syukur atas hasil panen sebelumnya sekaligus doa untuk kelancaran musim tanam mendatang.
Ritual penyerahan Panca Usaha Tani—meliputi elemen-elemen pertanian dasar—simbolisasi harapan panen melimpah bagi masyarakat agraris Indramayu.
Tradisi ini juga menjadi ajang regenerasi, di mana pemuda-pemudi diajak gotong royong dan menjaga nilai budi pekerti.
Pelaksanaan Ngarot tahun ini kembali membuktikan antusiasme masyarakat dalam melestarikan warisan leluhur.
Dengan kehadiran ribuan pengunjung, acara ini tidak hanya menjadi pesta rakyat, tapi juga potensi wisata budaya yang dapat mengangkat nama Indramayu di kancah nasional.
Harapan masyarakat adalah agar tradisi unik ini terus dijaga sampai generasi mendatang, agar nilai luhur gotong royong dan rasa syukur kepada Tuhan tetap dilayangkan di tengah modernisasi.